Rabu, 29 April 2026

BPJS Kesehatan Regional Kalimantan

Di Klinik Hesti Wira Sakti Balikpapan, Semua Layanan Kesehatan Gratis

Semua layanan kesehatan di sini gratis. Tidak dipungut biaya apapun. Tidak ada loket kasir di klinik ini.

Tayang:
Editor: Fransina Luhukay
zoom-inlihat foto Di Klinik Hesti Wira Sakti Balikpapan, Semua Layanan Kesehatan Gratis
tribun kaltim/fransina
Drg Dina Afriani bersama timnya yang selalu siap melayani pasien.

BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id -Ingin mendapatkan layanan kesehatan yang benar-benar gratis, datanglah ke Klinik Hesti Wira Sakti. Asalkan sudah terdaftar menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan memiliki kartu, pasti dilayani di klinik yang berlokasi di Kompleks Rumah Sakit Dr R Hardjanto Jl Tanjungpura Balikpapan ini.

"Semua layanan kesehatan di sini gratis. Tidak dipungut biaya apapun. Mulai dari layanan dokter umum, kesehatan ibu dan anak, kesehatan gigi, layanan Keluarga Berencana (KB) termasuk pemasangan alat kontrasepsi pun gratis. Tidak ada loket kasir di klinik ini," tandas drg Dina Afriani,  Kepala Klinik Hesti Wira Sakti kepada Tribun, Rabu (10/9).

Klinik Hesti Westi Wira Sakti diresmikan pada 21 Februari 2014 lalu. Di sini terdapat layanan dokter umum,  kesehatan gigi, KB, kesehatan ibu dan anak, radiologi dan rontgen. Khusus radiologi hanya layanan administrasinya di klinik sedangkan pelaksanaannya di Rumah Sakit Dr R Hardjanto atau Rumah Sakit Tentara (RST), sebab gedung klinik belum memungkinkan untuk menempatkan peralatan tersebut.

Meski baru tujuh bulan beroperasi, klinik ini sudah meraih prestasi membanggakan. Pada Agustus 2014,  Klinik Hesti Wira Sakti terpilih sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Terbaik BPJS Kesehatan Divisi Regional Kalimantan kategori Klinik TNI.  "Kami mendapatkan nilai terbaik karena  rendahnya tingkat rujukan pasien dari klinik ini ke rumah sakit, jumlah kunjungan pasien terus meningkat, cara kami memberi pelayanan, kecepatan kami dalam melayani pasien, dan program-program lain yang kami lakukan," papar drg Dina yang tak lama lagi akan bertambah gelar MARS (Manajemen Rumah Sakit) dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Mengenai rujukan dari klinik ke fasilitas kesehatan lanjutan atau rumah sakit, jelasnya, sesuai aturan BPJS Kesehatan tidak boleh lebih dari 30 persen.  Selama ini pun rujukan ke faskes lanjutan tidak sampai 30 persen.   Saat ini,  155 jenis penyakit harus bisa ditangani di klinik. Makanya dokter umum harus mengikuti pelatihan sehingga bisa menanganinya. "Pasien tidak perlu ke dokter spesialis. Jika masalah kesehatannya kompleks, ya kami rujuk ke dokter spesialis di rumah sakit. Selama ini yang banyak dirujuk ke rumah sakit yakni pasien internis seperti diabetes, ginjal dan sebagainya," kata drg Dina.

Untuk memudahkan layanan pasien, Klinik Hesti Wira Sakti  juga membuka fasilitas kesehatan di lima satelit lingkup Kodam VI/Mulawarman yang tersebar di Batalyon Raider Manggar, Dodikjur Manggar, Detasemen Zipur, Detasemen Kavaleri, dan Kodam.  Pasien dilayani oleh 11 dokter umum,  tiga dokter gigi, tiga bidan.  Total pegawai di klinik dan satelit sebanyak 52 orang.

Menariknya, saat ini klinik juga mengembangkan program Home Visit. "Peserta BPJS Kesehatan di sini anggota TNI AD, PNS Angkatan Darat dan keluarganya. Masih produktif. Nah, Home Visit ini melayani pasien yang masih aktif tetapi sudah tidak bisa bekerja lagi karena menderita penyakit kronis atau cacat permanen karena kecelakaan saat latihan atau bertugas. Pasien tersebut kami jenguk ke rumahnya, kami mengedukasi untuk bisa mandiri dalam keterbatasannya. Begitu juga kami mengajari keluarganya untuk membantu menangani pasien. Saat ini tercatat 19 peserta yang dilayani Home Visit," ujar drg Dina seraya menambahkan saat ini kepesertaan BPJS Kesehatan yang dilayani klinik sudah mencapai lebih 17.000 orang.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved