Kamis, 9 April 2026

Bursa Cagub Kalimantan Utara

Tiga Jenderal TNI Angkatan Darat Incar Gubernur Kaltara

Mayjen TNI Ibrahim Saleh pernah jadi Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma di Samarinda. Kini menjabat Panglima Kodam XII Tanjungpura di Pontianak.

Editor: Fransina Luhukay
zoom-inlihat foto Tiga Jenderal TNI Angkatan Darat Incar Gubernur Kaltara
Mayjen TNI Ibrahim Saleh

SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Satu lagi jenderal TNI AD bakal turut meramaikan bursa pencalonan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) 2015. Dia adalah Mayjen TNI Ibrahim Saleh. Ibrahim pernah jadi Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma di Samarinda. Saat ini menjadi Panglima Kodam XII Tanjungpura di Pontianak.

Sebelumnya disebut sudah ada dua jenderal yang siap maju. Yakni Letjen TNI (Purn) Ir Drs Subekti Msc MPA, Rektor Universitas Pertahanan Nasional Jakarta. Subekti pernah menjadi Pangdam VI Mulawarman di Balikpapan. Satunya lagi adalah Mayjen TNI Dicky Wainal Usman, Pangdam
VI Mulawarman.

Menurut Rudy Setiawan, Ketua Ikatan Pemantau Teritorial Kaltara kepada wartawan di Samarinda, Selasa (23/9), Ibrahim jauh lebih mengenal Kaltara, sebuah provinsi baru yang sebelumnya masih menjadi bagian dari Provinsi Kaltim.

"Sebagai Danrem 091/ASN saat itu, tentu beliau lebih mengenal dan mengetahui masalah Kaltara. Apalagi saat ini sebagai Pangdam XII/Tanjungpura. Karakteristik wilayah Kaltara dan Kalbar itu sama. Sama-sama sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negeri tetangga, Malaysia," kata Rudy.

Sebagai daerah baru dan berada di wilayah perbatasan, menurutnya, masyarakat memandang sosok militer lebih tepat untuk memimpin Kaltara
ketimbang sipil. Sebab daerah perbatasan sangat rawan dan sarat dengan masalah keamanan seperti illegal logging, illegal fishing, human trafficking, dan persoalan tenaga kerja Indonesia.

Indonesia, khususnya Provinsi Kaltim, menurutnya pernah memiliki pengalaman yang tidak enak dalam hubungan politik dengan negeri tetangga, menyusul lepasnya dua pulau di utara Kaltim saat itu. Yakni Pulau Sipadan dan Ligitan. Siapa pun pemimpin di provinsi perbatasan itu harus mampu mengerahkan segala potensi dan kekuatannya untuk membangun, termasuk di pulau-pulau terluar sekaligus sebagai bentuk pengamanan dalam koridor NKRI.

"Masalahnya adalah bagaimana beragam tingkat kerawanan di perbatasan itu bisa diatasi sekaligus  membangun daerah itu untuk menyejahterakan rakyat. Kaltara harus bisa menjadi etalase depan bagi Indonesia. Dan kami berpandangan sosok militerlah yang lebih tepat untuk memimpin provinsi baru itu. Kami juga melihat syarat dan kemampuan itu ada pada figur yang kami dorong, Mayjen TNI Ibrahim Saleh."

Provinsi Kaltara terbentuk pada 25 Oktober 2012 berdasar UU No 20 tahun 2012. Kaltara memiliki 524.656 jiwa penduduk. Mereka mendiami lahan seluas 85.618 Km2 atau dengan tingkat kepadatan hanya 6,1 jiwa/Km2. Jumlah kabupaten empat, yakni Bulungan, Nunukan, Malinau, Tana Tidung, dan satu kota, Tarakan. Ibukota provinsi di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved