Breaking News
Minggu, 12 April 2026

Kemilau Kaltim

Aduhai Cantiknya Penari Ini Berbulu Burung khas Dayak

"Pakaian perempuan menunjukkan keindahan suatu desa sehingga dihiasi begitu rupa. Kalau pakaian pria itu menunjukkan pakaian leluhur untuk perang."


SAMARINDA, TRIBUN - Matahari belum bergeser dari atas kepala saat ratusan warga Kalimantan Timur berkumpul di Lapangan Parkir Stadion Sempaja, Samarinda. Reni, bersama dua anaknya, Hendri dan Aulia tetap tak mau bergeser demi menonton parade budaya yang diselenggarakan di sana.

Parade peragaan busana tradisional dan tarian khas masing-masing kabupaten/kota menjadi pemandangan indah, Kamis (13/11), siang itu. Tetamu undangan, dan semua penonton membaur, berdecak kagum melihat atraksi setiap tim. "Tariannya tidak pernah lihat, jarang ada pertunjukan seperti ini. Bagus sekali," ujar Reni.

Tari Eksotisme Borneo - Penari dari Kabupaten Kutai Kartanegara membawakan tari Eksotisme Borneo, saat memeriahkan Pawai Budaya Festival Kemilau Seni Budaya Benua Etam Kaltim, di Stadion Sempaja Samarinda, Kamis (13/11/2014). Peserta lomba Pawai Budaya dari 9 Kabupaten Kota se Kaltim, 11 etnis yang ada di Samarinda dilepas Wagub Mukmin Faisyal, menelusuri Jalan Wahid Hasyim. (TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO)

Perempuan asli Buton, daerah penghasil aspal dari Sulawesi Tenggara, ini pada awalnya sengaja mengajak dua anaknya menonton pameran expo. Tetapi rencana itu ditunda sementara setelah mengetahui adanya parade budaya.

Agenda tahunan ini diikuiti perwakilan sembila kabupaten/kota di Kaltim. Walaupun merupakan atraksi budaya Kaltim, turut serta etnis dari luar Kaltim, misalnya Banjar (Kalimantan Selatan), Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan, dan Tionghoa. (Baca: Pawai Budaya Meriahkan Festival Kemilau Benua Etam)

Kutai Kartanegara, satu dari sekian peserta menampilkan tarian eksotis Borneo. Konsep tarian yang memadukan budaya masa lalu dan modern mendapatkan tepuk tangan dari penonton. Penari perempuan dilengkapi aksesori bulu burung tebun dan menggunakan baju tenunan asli Dayak kenyah. (Baca: Festival Kemilau Kaltim Alternatif Menghabiskan Liburan Akhir Pekan)

Kemudian penari pria menggunakan baju berbahan kulit, memakai cawat, dan dilengkapi mandau serta perisai dari kayu arau. Tim Kutai Kartanegara terdiri dari 10 pria dan 8 perempuan.

"Pakaian perempuan menunjukkan keindahan suatu desa sehingga dihiasi begitu rupa. Kalau pakaian pria itu menunjukkan pakaian leluhur untuk perang," ungkap seorang pria yang mendampingi Tim Kutai Kartanegara. (baca: Sumpit Berburu Dialihkan Jadi Lomba Sumpit)

Sementara penari Penajam Paser Utara menunjukkan upacara cocok tanam. Lalu Mahakam Hulu memperagakan tarian tentang kekayaan budaya daerah. (Baca: Kapolda Kaltim Disambut Tembakan)

Setiap tim diberikan waktu 3 menit untuk beratraksi di hadapan Wakil Gubernur Kaltim, H Mukmin Faisyal dan tamu undangan.

Peserta parade kemudian menempuh perjalanan sejauh 1,5 km. Start dari Lapangan Stadion Sempaja, kemudian menuju jalan KH Wahid Hasyim, lalu finish di depan Kantor TVRI.

Juara parade ini nantinya akan mewakili Kaltim di Festival Borneo pada 2015. Selain itu, juara juga akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti parade budaya.  (wawan perdana/nevrianto hardi)

BACA BERITA TERKINI LAINNYA:
Kapolda Kaltim Disambut Tembakan
Pipa Tua Milik Pertamina Semburkan Minyak Dekat Perumahan Padat
Suparni Jadi Takut Api Kompor Sambar Minyan yang Tumpah

Fitri dan Nurul Terjun dari Tower Dengan Kepala di bawah

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved