Pencetakan Uang Palsu

Mantan Anggota DPRD Kutai Timur Cetak Uang Palsu

Empat orang diringkus, hanya dalam hitungan jam. Salah satu pelaku, Syahril, merupakan mantan anggota DPRD Kutim periode 2009-2014.

Mantan Anggota DPRD Kutai Timur Cetak Uang Palsu
tribun kaltim
Para tersangka kasus pencetakan uang palsu di Sangatta. Mantan Anggota DPRD Kutim, Syahril, dua dari kiri. 

SANGATTA, tribunkaltim.co.id- Jajaran Polsek Sangatta berhasil mengungkap sindikat pencetakan uang palsu di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur. Empat orang diringkus, hanya dalam hitungan jam, setelah mereka melakukan ujicoba penggunaan uang hasil cetakan sendiri.

Ironisnya, salah satu pelaku, Syahril, merupakan mantan anggota DPRD Kutim periode 2009-2014 dari Partai Demokrat. Ia diduga berperan dominan, karena perangkat pencetakan uang dan uang hasil cetakan ditemukan di rumahnya.

Kapolsek Sangatta, AKP Sumarno, melalui Kanit Reskrim, Ipda Abdul Rauf, Senin (17/11/2014) sore, mengatakan pengungkapan kasus dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi dari beberapa pemilik warung di kawasan APT Pranoto, Kecamatan Sangatta Utara.

"Sabtu (15/11/2014) malam, sekitar pukul 21.30 Wita, saya mendapat telepon dari beberapa pemilik warung. Saya langsung meluncur ke lokasi. Mereka lalu menunjukkan beberapa lembar uang yang memang palsu. Dan mereka masih ingat dengan ciri-ciri orang yang memberikannya," kata Rauf.

Dari mereka, Rauf dapat info pelakunya menggunakan mobil jenis Feroza dengan tempelan tulisan "pers" dan "investigasi" yang cukup menonjol. Pelaku sempat membeli bensin dan minuman dingin di warung tersebut. Ternyata, Rauf familiar dengan mobil tersebut.

"Mobil jenis Feroza tidak banyak di Sangatta. Dan saya kenal dengan ciri spesifik itu. Sering saya lihat mobil itu. Saya lalu memantau ke Jalan Karya Etam, namun nihil. Saya lalu kembali ke APT Pranoto. Ternyata, mobil itu justru juga sedang berada di sana," katanya.

Sempat melakukan pengejaran, Rauf pun menghentikan mobil tersebut. Mobil dikemudikan Edi, yang belakangan juga menjadi tersangka. Edi, yang mengklaim sebagai wartawan, menyatakan tidak tahu menahu tentang masalah uang palsu. Ia juga menyebut hanya meminjam mobil tersebut.

Merasa tidak percaya, Rauf lalu membawa Edi ke mobil pribadinya, untuk menunjukkan pemilik mobil Feroza tersebut. Rauf juga sengaja mengajak beberapa pedagang yang menerima uang palsu untuk mengecek ciri-ciri orang yang menyerahkan uang.

"Edi sempat mengalihkan kami ke suatu rumah, namun ternyata bukan orang yang menyerahkan uang. Sekitar pukul 23.00 Wita, Edi mengantar kami ke kawasan G-House, Kompleks Panorama, Swarga Bara, Nomor R 09. Setelah pemilik rumah membuka pintu, para pedagang kompak bilang orang tersebut yang menyerahkan uang," katanya.

Ternyata, orang tersebut adalah Syahril, mantan anggota DPRD Kutim. Dari rumah Syahril, polisi awalnya menemukan selembar uang Rp 50.000 hasil cetakan, di atas printer. Belakangan diperoleh berbagai barang bukti, termasuk 202 lembar kertas kuarto yang sudah tercetak sisi depan uang Rp 50.000. Syahril yang awalnya mengelak, kini tak berkutik.

Setelah digelandang ke Mapolsek Sangatta, Syahril mengaku baru melakukan ujicoba penggunaan uang. Pencetakan dilakukan pada Sabtu (15/11/2014) siang bersama Edi dan dua pelaku lainnya. Namun keduanya malam itu sudah berada di Bontang.

"Saya bersama beberapa rekan lalu membawa Syahril dan Edi ke Bontang. Kami tiba sekitar waktu subuh. Syahril lalu menunjukkan rumah rekannya yang bernama Herman di Jalan Parikesit. Saat kami ketuk, Herman yang membuka pintu dan langsung kami ringkus," katanya.

Adapun satu pelaku lain, Ahmad, sempat kabur saat polisi datang. "Ahmad baru kami termukan di terminal Bontang sekitar pukul 08.00 pagi. Ia akan pergi ke Anggana. Sudah kami duga ia akan ke sana," katanya. (*)

Penulis: Kholish Chered
Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved