Kamis, 11 Juni 2026

Kisah Manusia Perahu

Mussa Nyaman Hidup di Perairan Indonesia

Mussa menuturkan, dirinya lebih nyaman hidup di perairan Indonesia tepatnya di kawasan Balikukup, Kecamatan Batu Putih, Berau.

Tayang:
Penulis: Rafan Dwinanto |

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG BATU - Tugas pemerintah memulangkan 500-an manusia perahu yang kini ditampung di Lapangan Bulalung, Tanjung Batu, Kecamatan Derawan, Kabupaten Berau nampaknya kian pelik.

Pasalnya, ratusan manusia perahu ini menolak keluar dari perairan Indonesia. "Lebih baik saya dipukuli di sini (Indonesia) dari pada saya dilepas ke Malaysia atau Fhilipina. Karena kalau dilepas ke sana saya akan dipukuli juga," ujar Mussa Bulan, yang merupakan tokoh berpengaruh di kelompok manusia perahu.

Mussa menuturkan, dirinya lebih nyaman hidup di perairan Indonesia tepatnya di kawasan Balikukup, Kecamatan Batu Putih, Berau.

Di Malaysia, kata Mussa, dirinya harus berbagi hasil tangkapan laut dengan aparat hukum. "Tidak ditangkap. Cuma hasil yang kita dapat diambil separuh. Bagaimana mau memperbaiki perahu kalau demikian," ujarnya seperti dituturkan penerjemah.

Sementara, perairan di Fhilipina sendiri terkenal dengan keganasan perompaknya. "Enak di sini (Indonesia). Kita aman melaut. Begitu ke darat mau jual hasilnya juga tidak diganggu," tandas Mussa. (*)

Ikuti perkembangan berita lainnya dengan Like Facebook TRIBUN KALTIM dan follow @tribunkaltim


Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved