Kisah Manusia Perahu
Manusia Perahu di Berau Dipindah ke Kapal
Mereka akan kita tempatkan di kapal, tapi tidak boleh ke mana-mana, nanti ada aparat kepolisian yang berjaga di perairan sehingga mereka tidak lari.
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Salah satu keluhan manusia perahu yang saat ini ditampung di Lapangan Bulalung, Tanjung Batu Kecamatan Derawan adalah penempatan mereka di darat. Mereka mengaku tidak bisa terlalu lama jauh dari laut.
Menanggapi keluhan itu, Mappasikra Mappaseleng yang ditunjuk sebagai Koordinator Penanganan Orang Asing mengatakan, Pemkab Berencana memindahkan tempat penampungan dari lapangan ke Pelabuhan Tanjung Batu. (Baca juga: Percaya Agama Nenek Moyang).
"Mereka akan kita tempatkan di kapal, tapi tidak boleh ke mana-mana, nanti ada aparat kepolisian yang berjaga di perairan sehingga mereka tidak lari," kata Mappasikra kepada TRIBUNKALTIM.CO, Selasa (2/12/2014).
Namun sebelum rencana itu dilakukan, Pemkab Berau, kata Mappasikra akan membantu manusia perahu untuk memperbaiki kapal-kapal mereka yang tenggelam. "Supaya lebih layak ditinggali, jangan sampai mereka tidur di atas kapal sementara kapalnya bocor," tandasnya.
Hingga saat ini, belum ada keputusan yang tegas yang diambil oleh pemerintah, terkait keberadaan 544 manusia perahu yang ditampung di Lapangan Bulalung, Tanjung Batu, Kecamatan Derawan. (*)