Pusamamia Borneo FC
Pusamania Borneo FC Mimpi Kirim Pemain Top ke Liga Arab
Ttim berjuluk Pesut Etam PBFC berangan-angan mengantarkan pemain Indonesia berkompetisi di level internasional, semisal Liga Arab
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Tim promosi Indonesia Super League (ISL) asal Samarinda, Pusamania Borneo FC (PBFC), bersiap mengarungi kompetisi ISL 2015. Meski usia belum genap satu tahun, manajemen PBFC punya mimpi besar.
Bukan sekadar membawa tim berjuluk Pesut Etam ini menjuarai ISL, PBFC juga berangan-angan mengantarkan pemain Indonesia berkompetisi di level internasional, semisal liga Arab.
Itulah mimpi besar yang dimiliki CEO PT Nahusam Pratama Indonesia, selaku badan hukum yang menaungi Pusamania Borneo FC, Abdul Bari Al-Katiri. Dalam dua tahun ke depan, selain juara ISL, PBFC harus dapat mengirim pemain ke liga Arab.
Saat jajaran Tribun Kaltim berkunjung ke markas PBFC di stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (20/12), Bari membeberkan rencana besar PBFC. "Target saya, dua tahun harus bisa mengirim pemain Indonesia bermain ke liga di Arab sana. Kalau tidak saya lebih baik mundur dari sepak bola," kata Bari. (BACA: Pusamania Borneo FC Buru Tanda Tangan Srdan Lopicic)
Turut hadir dalam silaturahmi dengan tim redaksi Tribun Kaltim tersebut adalah Direktur Keuangan PT Nahusam Pratama Indonesia Syadli Awad; Direktur Bisnis, Promosi dan Marketing (PBFC) Novi Umar serta Media Officer Abe Hedly Sundana.
Dari tim Tribun Kaltim hadir Editor In Chief Domu D Ambarita, Redaktur Pelaksana Priyo Suwarno, Editor Olahraga Reza Rasyid Umar, dan wartawan Hermawan Endra.
Agar dapat mewujudkan cita-citanya mengantarkan talenta tanah air ke kancah internasional, saat ini Bari bersama manajemen PBFC sedang mempersiapkan PBFC usia di bawah 21 tahun (U-21) dan PBFC Akademi. Bibit muda itulah yang nantinya akan diasah agar layak tampil di sepak bola internasional. (BACA: Nabil Terus Senyum Bawa Piala Pusamania)
"Saya juga bercita-cita, PBFC U-21 bisa memasok dua sampai empat pemain nasional, sebagai sumbangsih kepada negara. Semoga pembinaan tim U-21 berjalan baik. Saya berharap tangan dingin pelatih dapat membentuk pemain," katanya.
Bari menyebut nama Rizky, seorang pemain berusia 17 yang telah dimiliki PBFC U-21. Ia berharap pemain bisa membentuk seperti pemain timnas Indonesia, Andik Firmansyah.
"Andik saja bermain untuk negara tetangga, sudah harum. Obsesi saya mengirim pemain ke Liga Arab, di Bahrain atau Dubai. Kalau itu bisa, akan luar biasa. Masa selama ini kita hanya ekspor TKI dan TKW," ujar pebisnis yang mengekspor arang.
Meski tidak memiliki jaringan relasi di dunia sepakbola Internasional, Bari optimistis dapat mewujudkan itu dengan kualitas pemain didikannya. "Link bisa tebuka dengan melihat kualitas. Bahkan bisnis arang saya bisa sampai sana karena kualitas. Jangankan di Indonesia, putra Samarinda saja banyak pemain andal," kata pria yang berprofesi pengusaha kayu arang. (BACA: Pemuda 20 Tahun Rogoh Rp 3 Miliar untuk Sulap Klub Bola)
Bari Minimnya pemain Indonesia yang tampil di liga internasional karena tidak adanya niat, motivai dan jalan kesempatan bagi para pemain, sehingga sulit bagi pesepakbola tampil bersama megabintang Eropa seperti Cristiano Ronaldo maupun Messi.
Bari dan manajemen PBFC berusaha menumbuhkan niat berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat umum. Langkah konkret yang akan dilakukan, terutama anak-anak muda seperti PBFC Go to School maupun PBFC Fun Bike.
Bari bersama Owner PBFC, Nabil Husein Said Amin memang bertekad mengharumkan nama Samarinda di kancah persepakbolaan nasional diteruskan, mengharumkan Indonesia di kancah sepakbola internasional. Cara itu dilakukan dengan cara memboyong talenta tanah air untuk bermain di Arab.
"Nggak ada keseriusan. Susah naik kelas pemain karena nggak ada niat. Saya sering lihat kompetisi sepakbola Timur Tengah dan saya rasa kualitas pemain Indonesia tidak kalah," kata pemilik perusahaan, PT Kaltim Jaya Arang ini.