Sabtu, 23 Mei 2026

BERITA FOTO

Foto Para Bocah Malang Ini untuk Mengingatkan Pemimpin Samarinda

Sembilan foto bocah malang korban ganasnya kolam tambang dipajang di depan Balai Kota Samarinda untuk mengingatkan para pemimpin Kota Tepian

Tayang:
Penulis: Nevrianto | Editor: Fachmi Rachman
Foto Para Bocah Malang Ini untuk Mengingatkan Pemimpin Samarinda - _Demo_GSM_01_NEVRIANTO_HP.jpg
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Foto Korban Tambang-Sejumlah mahasiswi dari Gerakan Samarinda Menggugat (GSM) membawa poster foto para bocah korban tewas di lubang eks tambang batu bara yang merenggut 9 nyawa, saat demo di Balaikota Pemkot, dengan pengawasan aparat Polresta Samarinda dan Satpol PP Pemkot, Senin (29/12). GSM mengkritik Walikota Syaharie Jaang, dan menuntut harus turun dari jabatan Walikota.(TRIBUN KALTIM /NEVRIANTO HARDI PRASETYO)
Foto Para Bocah Malang Ini untuk Mengingatkan Pemimpin Samarinda - _Demo_GSM_02_NEVRIANTO_HP.jpg
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Foto Korban Tambang-Sejumlah mahasiswi dari Gerakan Samarinda Menggugat (GSM) membawa poster foto para bocah korban tewas di lubang eks tambang batu bara yang merenggut 9 nyawa, saat demo di Balaikota Pemkot, dengan pengawasan aparat Polresta Samarinda dan Satpol PP Pemkot, Senin (29/12). GSM mengkritik Walikota Syaharie Jaang, dan menuntut harus turun dari jabatan Walikota.(TRIBUN KALTIM /NEVRIANTO HARDI PRASETYO)
Foto Para Bocah Malang Ini untuk Mengingatkan Pemimpin Samarinda - _Demo_GSM_03_NEVRIANTO_HP.jpg
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Gerakan Samarinda Menggugat-Mahasiswa dari Gerakan Samarinda Menggugat menggunakan jas memasang topeng keledai saat demontrasi di Balaikota Samarinda, dimotori Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, di Balikota Pemkot, Senin (29/12). Hal itu disimbolkan dengan seorang dari mereka yang mengenakan jas hitam dan menggunakan topeng keledai, karena membiarkan sembilan anak tewas di lubang bekas tambang sejak 2011 sampai 2014. (TRIBUN KALTIM /NEVRIANTO HARDI PRASETYO)

TRIBUNKALTIM.CO. Samarinda - Sejumlah mahasiswi dari Gerakan Samarinda Menggugat (GSM) membawa poster foto para bocah korban tewas di lubang eks tambang batu bara yang merenggut 9 nyawa, saat demo di Balaikota Pemkot, dengan pengawasan aparat Polresta Samarinda dan Satpol PP Pemkot, Senin (29/12).
GSM mengkritik Walikota Syaharie Jaang, dan menuntut harus turun dari jabatan Walikota.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved