Berita Kutim Terkini
PT PAMA Luluskan 179 Peserta Legacy Training Program, Bupati Kutim Minta Perusahaan Lain Ikuti
PT. Pamapersada Nusantara site KPCB di Kecamatan Bengalon berhasil meluluskan 179 peserta
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - PT. Pamapersada Nusantara site KPCB di Kecamatan Bengalon berhasil meluluskan 179 peserta yang tergabung dalam Legacy Training Program dengan keterampilan operator alat berat HD 785.
Hal itu mendapat apresiasi dari Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman sekaligus atensi mendalam terhadap program pembekalan eks karyawan atau tenaga kerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di site KPCB.
Menurutnya, langkah perusahaan yang memberikan pelatihan sebelum melepas karyawannya sudah berada di jalur yang tepat agar para pekerja tetap memiliki daya saing tinggi.
Ia memahami bahwa keputusan merumahkan karyawan bukanlah hal yang diinginkan oleh pihak manajemen, melainkan karena situasi tertentu yang mendesak.
Baca juga: PAMA dan KPP Edukasi K3LH di Sekolah Kutai Timur, 38 Sekolah Jadi Binaan
"Bahwa ini merupakan tanggung jawab perusahaan, saya yakin mereka juga tidak ingin mengeluarkan atau memutuskan hubungan. Tetapi karena kejadian sesuatu yang mereka harus segera diselesaikan," ujar Ardiansyah, Jumat (22/5/2026).
Lebih lanjut, Ardiansyah mengaku bersyukur karena para tenaga kerja lokal tersebut kini telah memiliki keahlian yang sangat mumpuni setelah melewati berbagai tahapan pelatihan hingga angkatan (batch) ketiga.
Keterampilan dalam mengoperasikan alat berat dinilai menjadi modal besar bagi mereka untuk kembali diserap oleh pasar kerja di sektor pertambangan maupun industri lainnya.
Guna memastikan keberlanjutan nasib para pekerja, Pemkab Kutim juga bergerak cepat melakukan komunikasi dengan sejumlah perusahaan besar yang beroperasi di Kutai Timur.
Ia menegaskan bahwa dirinya telah meminta PT Dharma Henwa untuk siap menyerap tenaga kerja yang sudah terlatih tersebut, mengingat kapasitas dan keahlian mereka yang sudah teruji di lapangan.
Tidak hanya itu, Ardiansyah juga mendorong perusahaan lain seperti PT Indexim dan PT Indominco Mandiri untuk konsisten melakukan program serupa secara terjadwal dan berjenjang tanpa harus menunggu momentum PHK.
"Jangan sampai perusahaan hanya menunggu saat PHK lalu ada keinginan untuk memberikan pembekalan. Lakukan pembekalan itu secara mungkin juga terjadwal dengan baik atau mungkin berjenjang, supaya semua siap," imbuhnya.
Baca juga: PAMA Baya Berhasil Raih Apresiasi di Panggung ISDA 2025
Sementara itu, Project Manager PT Pamapersada Nusantara Site KPCB, Sigit Nugroho menekankan tujuan dari pelatihan tersebut merupakan bekal yang diberikan kepada eks karyawan perusahaan yang terkena dampak pemutusan hubungan kerja.
Ia juga menegaskan bahwa program Legacy Training Program yang diselenggarakan oleh perusahaan merupakan sebuah wadah pembelajaran yang krusial bagi para pesertanya.
Melalui program ini, ratusan peserta dibekali dengan keterampilan praktis agar siap bersaing di dunia kerja yang sesungguhnya.
"Makanya, pada saat teman-teman itu bekerja di PAMA, itu sebagai pembelajaran. Ini nanti pada saat selesai ini, mereka bisa bekerja," ucap Sigit.
| Kutai Timur Bakal Punya Bandara Uyang Lahai yang Representatif, 3 Perusahaan Besar Turun Tangan |
|
|---|
| Bandara Perintis Kutim di Tengah Krisis, Pemkab Gandeng BUMDes untuk Pengelolaan |
|
|---|
| Porprov Kaltim 2026, Kutim Target Tembus Tiga Besar dengan 1.612 Atlet |
|
|---|
| Jadwal Kontrak PPPK Angkatan Pertama Kutim Berakhir, BKPSDM Tegaskan Ada Evaluasi Disiplin |
|
|---|
| Dana Rp1,3 Triliun Belum Cair, Pemkab Kutim Pangkas TPP ASN demi Patuhi Aturan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260522_Bengalon-Kutai-Timur-2026.jpg)