Jumat, 10 April 2026

Air Hitam Bakal Menjadi Jalan Layang Pertama di Kaltim

Proyek fly over (jalan layang) Air Hitam Samarinda akan menjadi jalan layang pertama di Kaltim. Ditarget rampung akhir tahun ini

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA -Proyek fly over (jalan layang) Air Hitam Samarinda terus dikerjakan. Saat ditinjau oleh Walikota Samarinda Syaharie Jaang, Selasa (6/1) siang sejumlah pekerja sedang sibuk menyusun kerangka beton. Proyek ini nantinya akan menjadi jalan layang pertama di Kaltim.

Jalan layang ini akan menghubungkan jalan Juanda dan AW Sjahranie Samarinda. Simpang Air Hitam selama ini sering macet, sehingga diperlukan jalan yang untuk mengurai kemacetan itu. Pemkot telah mengalokasikan dana sekitar Rp 127 miliar melalui proyek tahun jamak (multiyears) 2013-2015.

Saat ini kontraktor, PT Wijaya Karya masih menunggu sekitar 50 lagi tiang penyangga yang masih dalam pengapalan dari pulau Jawa. Sebanyak 100 tiang sudah tersedia. Bentang fly over juga harus didatangkan dari Pasuruan karena harus menggunakan cor semen K-700.

Jaang beberapa kali bilang kepada wartawan yang mengikuti peninjauan itu bahwa selama ini pembangunan infrastruktur di kota Samarinda tidak pernah berhenti. Ia menepis anggapan selama ini bahwa proyek ini maupun proyek tahun jamak lainnya banyak yang mandeg.

"Adik-adik (wartawan) sini lihat. Di sini kita sudah mempersiapkan bagian kontruksi untuk menyangga fly over. Ini sudah ada 100 buah, dan 50 lagi sudah jadi tinggal dikapalkan. Jadi, tidak ada proyek yang mandek atau mangkrak istilahnya," tegasnya.

Saat disinggung pekerjaan yang bisa dikerjakan maka dikerjakan lebih dahulu, Jaang langsung meralatnya. "Semua dikerjakan. Tidak ada yang tidak," ucapnya kepada wartawan.

Dia juga mengatakan pemasangan tiang penyangga juga membutuhkan proses ketepatan dan kelayakan untuk dipasang. Saat kunjungan dilakukan terlihat sejumlah pekerja tengah menghancurkan beton tiang penyangga yang dicopot karena mengalami kerusakan.

"Tiang penyangga dipasang kemudian dicek. Kalau ada hal yang meragukan ya dicabut. Tidak segampang itu pemasangannya. Mendingan terlambat sedikit asal aman. Untuk fly over ini, progresnya sudah 40 persen. Targetnya Desember 2015," tambahnya.

Dalam kesempatan itu Jaang bersama sejumlah pejabat Pemkot Samarinda juga meninjau sejumlah proyek lain. Antara lain ke tempat proyek pembangunan pusat pengendalian banjir Semani dan jalan M Said yang peengecorannya telah rampung.

Sementara itu, Novida selaku PPK dari pembangunan pengendali banjir Semani mengatakan, pengerjaan proyek yang dikawalnya tersebut terus dikerjakan. Selama ini pengerjaan lebih ke pembuatan tulangan untuk polder dan saluran air di sebuah lokasi di Jalan Sentosa.

"Di sini dilakukan pabrikasi tulangan dan pengecoran dari bagian kontruksi bangunan yang akan dipasang di lapangan. Kalau di sini sudah beres, baru dipasang di lapangan. Kalau dikerjakan di lapangan, bisa mengganggu aktivitas masyarakat," tuturnya. (oda)

Sumber: Tribun Kaltim
Tags
fly over
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved