Selasa, 5 Mei 2026

Lampu Runway Bandara Kalimarau tak Berfungsi, Empat Pesawat Batal Mendarat

Warga yang bermukim di sekitar Bandara Kalimarau, Tanjung Redeb, Berau heran saat melihat beberapa pesawat berputar-putar di atas langit.

Tayang:

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Warga yang bermukim di sekitar Bandara Kalimarau, Tanjung Redeb, Berau heran saat melihat beberapa pesawat berputar-putar di atas langit. Anehnya, tak satu pun pesawat mendarat di Bandara Kalimarau.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (4/1/2015) malam kemarin. Marini, warga yang bermukim di Jalan Kalimarau mengaku melihat lebih dari dua pesawat berputar-putar langit dekat bandara. "Tapi pesawat-pesawat itu nggak ada yang mendarat, cuma mutar-mutar aja," ujarnya saat ditemui Tribun di halaman rumahnya, Senin (5/1/2015).

Tidak hanya dia, keluarga lainnya juga melihat pesawat yang berputar-putar di angkasa. Belakangan diketahui, runway light atau lampu di sisi kanan-kiri landasan pacu Bandara Kalimarau bermasalah, sehingga tidak berfungsi sebagai navigasi visual bagi pilot pesawat. (BACA: Pembangunan Apron B Bandara Kalimarau Dikebut)

Hal itu dikemukakan Kepala Bandara Kalimarau Yuyus Yurdana. "Ada bagian sambungan kabel yang konslet, jadi lampu tidak bisa menyala. Kejadiannya sekitar pukul 19.00 Wita, sementara kami sendiri saat itu belum mengetahui penyebab kerusakannya, akhirnya bandara kami tutup," kata Yuyus ditemui Tribun Kaltim di ruang kerjanya.

Peristiwa yang baru pertamakali terjadi di Bandara Kalimarau ini, lanjut Yuyus sempat membuat petugas bandara panik. "Supaya prosesnya tidak membingungkan, antara menghadapi keluhan penumpang dan perbaikan saya putuskan untuk menutup bandara," katanya lagi.

Setelah menyatakan bandara ditutup, empat pesawat yang sudah berada di wilayah udara Berau itu terpaksa Return To Base (RTB) ke Bandara Sepinggan Balikpapan. Tercatat ada empat maskapai penerbangan yang RTB malam itu, yakni Wings Air, Garuda Indonesia, Sriwijaya Air dan Kalstar Aviation.

Yuyus menjelaskan, runway light merupakan salah satu Instrument Landing System (ILS) yang berfungsi sebagai navigasi pilot secara visual. Perangkat ini membantu pilot menyeimbangkan posisi sayap pesawat saat akan mendarat dan terbang.

"Kalau perangkat ILS yang lain berfungsi normal, hanya runway light yang bermasalah. Itu pun baru kita ketahui menjelang tengah malam, setelah memeriksa seluruh sambungan kabel di dalam tanah," ungkapnya.

Petugas terpaksa menggali titik-titik sambungan kabel untuk mengidentifikasi kerusakan. Sekadar diketahui runway light hanya difungsikan saat malam hari, cuaca berkabut atau saat sedang hujan. Pada siang hari dan cuaca cerah runway light tidak difungsikan sama sekali.

"Karena itu runway light tidak kami nyalakan secara penuh, hanya pada saat ada take off dan landing pesawat saja. Kalau dioperasikan terus menerus, biaya operasional yang dibutuhkan sangat besar," katanya lagi.

Di sisi lain, kata Yuyus, jika runway light terus dinyalakan, petugas bisa mengantisipasi lebih dini jika terjadi kerusakan.

Setelah menemukan kerusakan, petugas Bandara Kalimarau langsung melakukan perbaikan pada hari itu juga. "Baru selesai diperbaiki pukul 2 pagi, untung bandara kami tutup. Kalau tidak kami dikejar-kejar penumpang dan maskapai untuk meminta kepastian, sementara kami sendiri tidak bisa memastikan kapan perbaikan selesai, karena belum tahu letak kerusakannya," jelasnya.

Menurut Yuyus, kendala teknis seperti sulit diprediksi dan tergolong kejadian langka.

"Jangankan Bandara Kalimarau, bandara yang besar di Jakarta saja bisa rusak radarnya," imbuhnya. Yuyus memastikan, tidak ada penerbangan dari Bandara Kalimarau yang dibatalkan karena peristiwa itu. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved