Otonomi Khusus
Awang Faroek Terinspirasi Ahimsa ala Gandhi
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak terinspirasi paham Ahimsa (anti-kekerasan) yang diajarkan Mahatma Gandhi, pejuang keadilan asal India.
Penulis: Rafan Dwinanto |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak terinspirasi paham Ahimsa (anti-kekerasan) yang diajarkan Mahatma Gandhi, pejuang keadilan asal India.
Paham Ahimsa, kata Awang, akan diterapkan saat Kaltim menuntut status otonomi khusus (otsus) ke Pemerintah Pusat.
“Saya sudah baca buku Mahatma Gandhi saat melawan ketidakadilan Inggris. Ini yang akan kita terapkan nanti,” kata Awang.
Awang menegaskan dirinya tidak ingin perjuangan otsus dinodai aksi anarkis. “Saya yang pimpin. Kita datang ke DPR RI, kemudian kita hanya duduk diam di halamannya. Tanpa orasi, tanpa yel-yel, hanya duduk diam saja dan berdoa. Tapi semua harus ikut, Pangdam, Kapolda, Bupati/Walikota, DPRD, dan masyarakat harus kompak,” sebut Awang. (BACA: Awang Menangis Sampaikan Kondisi Terkini Kaltim dan Otsus)
Menurut Awang, perjuangan otsus harus dilakukan dengan cara yang menarik simpati masyarakat, termasuk Pemerintah Pusat. “Saya pengalaman di DPR RI. Aksi-aksi seperti itu (pemblokiran) tidak mengundang simpati. Kita beda dengan Papua dan Aceh,” katanya lagi.
Sementara itu, Bupati Kutai Timur, Isran Noor menyerahkan dukungan warga Kutim terhadap otsus, kepada Awang. Isran bahkan meminta Awang mengajak seluruh Warga Kalimantan menuntut hal serupa. “Kalimantan harus diajak semua, Pak,” seru Isran.
Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten se-Indonesia (Apkasi) ini mengatakan seluruh anggota Apkasi mendukung langkah Kaltim menuntut otsus. “Ya jelas, mereka (bupati) kan orang-orang yang berpikir. Berapa banyak bupati di Yogyakarta, di Aceh, Papua, yang sudah menikmati otsus,” tegas Isran. (*)