Ismunandar Minta Bubuhan Banjar Jangan Lupakan Kesenian Tradisional

"Kalau ada orang Banjar yang lahir dan besar tapi tidak tahu banyak soal kesenian Banjar itu banyak di Kutim," ujarnya disambut aplaus.

Penulis: Syaiful Syafar |
TRIBUN KALTIM / SYAIFUL SYAFAR
Kesenian Mamanda yang ditampilkan di acara Aruh Ganal pada Sabtu malam 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Ketua Korwil Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Timur (KBB-KT) wilayah Kutai Timur-Berau-Bontang, Ismunandar, tampak bersemangat saat membawakan sambutan di acara Aruh Ganal (pesta besar) yang diselenggarakan KBB-KT Kutai Timur, Sabtu (10/1/2014) malam di Pasar Induk Sangatta.

Tampil mengenakan kemeja hitam lengan pendek dan celana kain hitam, Ismunandar naik ke atas panggung. Ia langsung mengambil mikrofon, lalu menyapa ribuan warga yang hadir di acara itu. (Baca juga: Ribuan Warga Sangatta Nonton Kesenian Banjar)

"Kalau ada orang Banjar yang lahir dan besar tapi tidak tahu banyak soal kesenian Banjar itu banyak di Kutim," ujarnya disambut aplaus.

Ismunandar menilai hal itu wajar. Sebab, sejak tahun 1950-an orang Banjar banyak yang berkelana ke berbagai daerah di Kalimantan. Ia menyebut orang Banjar asalnya dari Kalimantan Selatan, bahkan Kalsel menjadi cikal bakal lahirnya provinsi lain di pulau Kalimantan.

"Kalimantan itu baru dipecah pada tahun 1956. Tadinya hanya ada Kalsel, Kalbar, dan Kaltim. Kemudian Kalsel dibagi lagi wilayahnya menjadi Kalteng. Kaltim pun begitu, dibagi lagi menjadi Kaltara. Makanya tidak usah heran kalau bubuhan Banjar sampai dipucuk Malinau sana," kata lelaki yang juga menjabat sebagai Sekda Kabupaten Kutim ini.

Dalam sambutannya itu, Ismunandar juga mengingatkan agar warga Banjar tidak melupakan budaya dan kesenian tradisional.

"Kemanapun kita merantau jangan sampai hilang budaya kita, maka dari itu malam ini kita tampilkan kesenian asli kita, dan malam isok tambah banyak lagi hiburannya. Makanya besok beramai-ramai kah kita datang ke sini lagi," imbuhnya mengakhiri sambutan.

Acara Aruh Ganal malam ini menyuguhkan berbagai kesenian khas suku Banjar, diantaranya kesenian Mamanda, Kuntau, serta penampilan Ustadz Mr. Gam yang banyak bercerita tentang sejarah Banjar. Pentas kesenian masih akan dilanjutkan pada Minggu malam dengan menghadirkan seniman Jhon Tralala yang membawakan seni Madihin. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved