Jumat, 17 April 2026

Dibekali 20 Ton Lisgistik, Manusia Perahu Tiba di Perairan Malaysia

Dibekali 80 logistik sekitar 150 kapal yang membawa 667 manusia perahu dari Berau, kini sudah dipulangkan dan tiba di perairan Malaysia

DIPULANGKAN - Manusia perahu ini dipotret di atas kapal mereka saat diupulangkan dari Tanjung Batu menuju perairan internasional, Rabu (14/1). Mereka saat ini dipastikan sudah berada di wilayah perairan Malaysia.

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB -Pemulangan manusia perahi yang dilakukan oleh pemerintah pusat, Pemprov Kaltim, Pemkab Berau dengan pengawalan TNI dan Polri dikabarkan telah sampai tujuan. Saat ini diperkirakan ratusan manusia perahu itu sudah berada di perairan Malaysia.

Mereka dilepas oleh aparat keamanan di Karang Unarang yang berdekatan dengan Pulau Sebatik. Informasi tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Mappasikra Mappaseleng yang juga menjadi koordinator penganan orang asing tersebut.

"Mereka sudah sampai tujuan. Informasi dari Danlanal cuaca selama perjalanan sangat bagus sehingga proses pemulangan mereka lancar," ujarnya, Jumat (16/1).

Informasi yang dihimpun Tribun, mereka menempuh perjalanan selama 34 jam dari Tanjung Batu menuju Karang Unarang. Setelah itu dari panatauan terakhir mereka menuju 2 nautical mile menuju keluar dari Karang Unarang. Shiping Manager PT Berau Coal, Hasanul Haq Batubara mengatakan, untuk mempercepat proses pemulangan, saat perjalanan manusia perahu tersebut dipindahkan ke kapal-kapal pengawalan.

"Sedangkan kapal-kapal milik manusia perahu ditarik dengan menggunakan kapal pengawalan, seperti layaknya tug boat menarik tongkang batu bara," ungkapnya. Manusia perahu tersebut, kata Hasanul, dilepas dari pengawalan sekitar pukul 18.00 wita, Kamis (15/1) kemarin.

Pantauan Tribun, kapal patroli milik Polairud dari Mabes Polri yang kemarin ikut mengawal pemberangkatan manusia perahu sudah ada di dermaga Tanjung Redeb.

Diketahui 677 manusia perahu tersebut dipulangkan pada hari Rabu (14/1) kemarin. Saat itu, PT Berau Coal mengoperasikan satu unit kapal landing craft tank (LCT) untuk mengangkut manusia perahu. Namun kapal tersebut sempat kandas sehingga manusia perahu dinaikkan ke kapal milik mereka masing-masing. Mereka bari dipindahkan ke kapal pengawalan saat memasuki laut dalam.

Manusia perahu dibekali dengan logistik lebih dari 20 ton, termasuk beras, lauk hingga air bersih. Mereka juga dibekali dengan obat-obatan dan ribuan liter BBM. Informasi yang diperoleh Tribun, TNI Angkatan Laut masih berjaga-jaga di wilayah perbatasan untuk mencegah mereka kembali memasuki wilayah Indonesia yang lain.(gef)

Pengawasan Masih Lemah
Wakil Gubernur Kaltim, Mukmin Faisjal mengakui selama ini pengawasan wilayah perbatasan sangat lemah. Saat ini, wilayah perairan mulai 0 hingga 12 mil laut menjadi kewenangan Pemprov Kaltim. Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk mencegah masuknya orang asing secara ilegal.

"Kejadian ini (masuknya manusia perahu) akan menjadi bahan evaluasi, supaya tidak terjadi lagi di masa yang akan datang," ujarnya singkat.

Bupati Berau, Makmur HAPK meminta pemerintah pusat, aparat TNI dan Polri untuk memperkuat wilayah perbatasan agar kejadian semacam itu tidak terulang lagi. "Jangan sampai sudah susah payah kita kumpulkan, menggunakan dana yang sangat besar dari proses penampungan sampai pemulangan, tapi ternyata mereka kembali lagi," tegasnya.

Bupati Berau, Makmur HAPK meminta pemerintah pusat, aparat TNI dan Polri untuk memperkuat wilayah perbatasan agar kejadian semacam itu tidak terulang lagi. "Jangan sampai sudah susah payah kita kumpulkan, menggunakan dana yang sangat besar dari proses penampungan sampai pemulangan, tapi ternyata mereka kembali lagi," tegasnya.(gef)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved