Terkendala Anggaran, Kamar Inap RSUD Soemarno Sosroatmodjo Belum Nambah
Rencana optimalisasi ruangan kamar inap RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo (SS) Tanjung Selor masih terkendala anggaran keuangan.
Penulis: Budi Susilo |
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Rencana optimalisasi ruangan kamar inap RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo (SS) Tanjung Selor masih terkendala anggaran keuangan. Akibatnya, program penambahan kamar akan ditunda sampai tahun 2016.
Ditemui Tribunkaltim.co, Suryatan, Direktur RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo menjelaskan, perluasan ruang inap harus dilakukan untuk mengimbangi perubahan zaman, mengingat daerah Bulungan semakin berkembang, jumlah penduduknya pun terus bertambah.
“Kami masih kendala di biaya,” ujarnya, Kamis (29/1/2015). (BACA: Direktur RSUD di Bulungan Ini Gregetan untuk Berinovasi)
Rencananya, ungkap Suryatan, kamar yang akan ditambah adalah kamar inap kelas biasa sebanyak 20 kamar, lalu dua kamar kelas VIP, dan 8 kamar untuk yang kelas satu.
“Kalau sudah ada tambah kamar kemungkinan rumah sakit ini juga akan naik kelas jadi kelas B. Kalau sudah jadi kelas B kamar jadi bertotal minimal 200 kamar. Sekarang ini masih kelas C, jumlah kamarnya masih 126 unit,” kata pria lulusan sarjana ilmu syaraf di UGM Yogyakarta ini.
Terpisah, Albertus Baya, DPRD Bulungan anggota Komisi II yang membidangi Keuangan dan Kesejahteraan Rakyat menegaskan, kesehatan masyarakat itu penting diperhatikan, mengingat mempengaruhi sumber daya manusia (SDM) daerah Bulungan. (BACA: 25 Persen dari Pendapatan RSUD AW Sjahranie dari Jamkesda Samarinda)
“Kalau SDM kita rendah, daerah kita tidak akan maju-maju. Pemerintah harus prioritaskan anggaran kesehatan masyarakat kita,” tegas politisi dari partai politik berlambang Banteng Moncong Putih ini. ( )