Demam Berdarah Dengue
Kebutuhan Stok Trombosit di PMI Balikpapan Meningkat
Memasuki musim penghujan jumlah penderita demam berdarah mengalami peningkatan sehingga kebutuhan akan darah berkomponen trombosit terus meningkat.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Memperingati HUT ke-188 Kota Balikpapan, Palang Merah Indonesia (PMI) dan Pemkot Balikpapan menggelar kegiatan donor darah massal. Bertema Donor Darah Ceria, kegiatan tersebut digelar selama dua hari, 9-10 Februari 2015. PMI menargetkan dapat memperoleh 200 kantong darah.
Para pedonor darah yang biasanya mendapat satu kotak susu dan satu buah roti, kali ini mendapat kaus dan hiburan musik. Menurut Kabid Organisasi dan Informasi Budi Rachmani, antusias warga Balikpapan cukup tinggi dalam mengikuti kegiatan sosial donor darah masal yang sering diadakan PMI Balikpapan.
"Walaupun jumlah peserta donor darah kali ini cukup banyak, tetapi banyak juga yang tidak memenuhi syarat. Contoh ada yang tensi darahnya tinggi dan HB (Haemoglobin)-nya rendah," katanya. Tujuan diadakannya donor darah masal ini agar jumlah stok darah di PMI berlebih. Komponen darah ada empat diantaranya sel darah merah, trombosit, plasma darah, dan sel darah putih.
Memasuki musim penghujan jumlah penderita demam berdarah mengalami peningkatan sehingga kebutuhan akan darah berkomponen trombosit terus meningkat. "Sekarang ini musimnya demam berdarah. Biasanya penderita demam berdarah memerlukan transfusi darah berkomponen trombosit," kata Budi.
Ia mengatakan stok komponen plasma darah cukup banyak di PMI, tetapi kekurangan stok komponen trombosit. Ia menambahkan, penyimpanan darah berkomponen trombosit cukup singkat sehingga menyulitkan resipien atau penerima donor mendapatkan transfusi darah. "Trombosit itu masa penyimpanannya hanya antara 4-5 jam, lebih dari itu kerjanya kurang maksimal," katanya.
Rencananya di tahun 2015 ini PMI akan menyediakan Agitator Platelet agar waktu penyimpanan trombosit darah bisa lebih lama.
"Dengan adanya alat tersebut masa penyimpanan trombosit darah bisa mencapai lima hari." katanya. Bukan hanya itu, ia mengatakan, selama ini darah yang diperoleh dari para pendonor langsung terdapat empat komponen.
Rencananya pihaknya akan membeli alat yang langsung memisahkan keempat komponen tersebut. Dirinya berharap mampu terus meningkatkan pelayanan bagi warga Balikpapan dengan cara terus melengkapi dan mengganti peralatan yang lebih canggih. (*)