Rabu, 8 April 2026

Sering Dipakai Berbuat Amoral, Warga Bukit Pelangi Minta Hutan Kota Ditutup

Keberadaan kawasan Astra Hutan Kota (AHK) di komplek perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta Utara banyak menuai sorotan warga.

Penulis: Syaiful Syafar |

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Keberadaan kawasan Astra Hutan Kota (AHK) di komplek perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta Utara banyak menuai sorotan warga. Pasalnya, lokasi ini kerap dijadikan tempat berkencan dan berbuat amoral bagi pasangan muda-mudi, tak terkecuali kalangan pelajar.

"Kalau belum bisa digunakan maksimal lebih baik pemerintah menutup sementara lokasi tersebut. Daripada hanya dipakai berbuat maksiat," ujar Agus, warga yang tinggal di komplek perkantoran Bukit Pelangi, Rabu (11/2/2015).

Agus mengaku sering melihat pasangan kencan di lokasi itu, terutama saat malam hari. Bahkan pasangan muda-mudi ini kerap nekat masuk ke arah gazebo yang letaknya sekitar 50 meter dari jalan raya dan di sekelilingnya dipenuhi semak belukar. (BACA: Dishut Kutim Genjot Pengembangan Hutan Kota)

"Paling sering saya lihat malam hari, abis waktu shalat Isya. Rata-Rata masih ABG (anak baru gede). Motornya kadang diparkir tersembunyi di balik pohon," ujarnya.

Warga juga sudah sering menyampaikan hal ini kepada aparat Satpol PP. Meski sudah sering ditertibkan, namun tetap saja lokasi itu ramai dikunjungi para ABG.

"Kami warga Bukit Pelangi prihatin melihat banyak taman-taman yang dibangun pemerintah tapi kurang diawasi. Akhirnya tempat itu beralih fungsi menjadi tempat tempat esek-esek atau menikmati pil koplo oleh anak-anak remaja," tambah Adi, warga lainnya menimpali.

Hasyim, personel Satpol PP Kutim membenarkan jika lokasi hutan kota kerap dijadikan tempat amoral dan kenakalan remaja. Pihaknya telah beberapa kali menggerebek pasangan kekasih yang bercinta di lokasi itu. (BACA: DKP Paser Gelar Tanam Pohon di Taman Hutan Kota)

"Pelakunya rata-rata remaja. Ketika kita grebek sudah tidak berpakaian lagi. Lalu mereka kami bawa ke kantor, diberi peringatan keras dan dipanggil orangtuanya," jelasnya.

Aparat Satpol PP, kata Hasym, masih terus melakukan patroli di lokasi itu. Namun patroli itu juga tidak bisa dilakukan selama 24 jam karena keterbatasan personel. Karena itu, dia juga mengharapkan peran serta warga agar melaporkan jika melihat ada pasangan yang berkencan di kawasan seluas 3 hektare tersebut. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved