Senin, 13 April 2026

Berita Pemkab Kutai Timur

Pegawai Kutim Harus Jauhi Narkoba dan Profesional Melayani Masyarakat

Saat memimpin apel pagi sebelum dimulai pekerjaan, Sekkab mengingatkan agar Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) Kutim.

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika serta obat-obatan (narkoba) terlarang, yang melibatkan berbagai kalangan, tidak terkecuali aparat pemerintahan di Indonesia, menjadi perhatian Sekretaris Kabupaten Kutai Timur, Ismunandar.

Saat memimpin apel pagi sebelum dimulai pekerjaan, Sekkab mengingatkan agar Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) Kutim bisa menjauhi narkoba.

“Seluruh aparatur negara, baik PNS maupun tenaga honorer harus menjauhi narkoba. Jangan pernah menggunakan, apalagi mengedarkan narkoba. Lebih baik bekerja dan memberikan manfaat dengan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat sesuai dengan tugas pokok dan fungsi di tempat bekerja,” kata Ismunandar.

Pria yang sering siapa Ismu ini melarang seluruh bawahannya menggunakan atau mengedarkan narkoba karena barang haram tersebut hanya akan memberikan dampak negatif, baik bagi si pengguna maupun masyarakat sekitarnya.

Apalagi sampai berujung pada urusan dengan aparat kepolisian. Menurutnya, untuk dapat terhindar dari bahaya narkoba sebaiknya seluruh pegawai bersama-sama menciptakan lingkungan kerja yang baik.

Seperti meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT, menciptakan kehangatan dalam lingkungan keluarga dan masyarakat, serta membuka komunikasi positif dengan teman atau sesama rekan kerja. (BACA: Perusahaan di Kutim Terbanyak Raih Penghargaan Zero Accident)

"Melakukan hobi positif di berbagai bidang juga akan menjauhkan kita dari narkoba. Jangan banyak mengkhayal yang bukan-bukan. Dan sebaiknya kerjakan tupoksi yang diberikan atasan,” kata Ismu.

Ia menilai, terdapat beberapa latar belakang penggunaan narkoba. Salah satunya karena menganggap tidak memiliki kegiatan di tempat kerja. Sehingga seseorang tersebut malah memilih mencari kesibukan sendiri di luar kantor dengan mengonsumsi narkoba.

Namun akan berbeda hasilnya apabila pegawai memiliki kesibukan pekerjaan kantor setiap harinya. Otomatis tidak ada waktu kosong untuk santai, justru akan kekurangan waktu melayani masyarakat.

Ismu berharap, pegawai Kutim dapat menjadi pegawai yang profesional, sehat, dan selalu bisa memberikan kontribusi positif bagi pembangunan di Kutim. (BACA: Peringatan Bulan K3, Digelar Tiga Simulasi Sekaligus)

“Saya mengimbau agar PNS dan TK2D dapat memberikan nasehat kepada rekan lainnya agar menjauhi narkoba. Apalagi mereka (pegawai) yang sudah punya isteri dan anak, seharusnya lebih sadar diri dan begitupun sebaliknya,” imbau Sekkab pada apel yang juga dihadiri beberapa Asisten Setkab, staf ahli bupati, serta para kepala bagian.

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) ini juga menegaskan bahwa Pemkab Kutim akan terus berkomitmen memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di daerah ini.

Bahkan ia berjanji, dalam waktu dekat akan melibatkan sejumlah pihak untuk menyelenggarakan tes urine kepada seluruh pegawai lingkup Pemkab Kutim. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved