Universitas Terbuka Melepas 1.721 Wisudawan, Usung Tema Belajar tanpa Batas dan Berkarya Tiada Henti
Sebanyak 1.721 lulusan Universitas Terbuka (UT) Samarinda resmi menyandang gelar sarjana dalam Wisuda.
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Suasana khidmat menyelimuti Samarinda Convention Hall di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu (12/4/2026).
Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Terbuka Nomor 2638 Tahun 2025, jumlah lulusan UT Samarinda untuk Wisuda Periode 1 Tahun Akademik 2025/2026.
Sebanyak 1.721 lulusan Universitas Terbuka (UT) Samarinda resmi menyandang gelar sarjana dalam Wisuda Daerah Periode I Tahun Akademik 2025/2026.
Momen ini bukan sekadar seremoni akademik biasa.
Di balik toga yang dikenakan, tersimpan kisah perjuangan luar biasa dari para "pejuang pendidikan" yang tersebar di seluruh pelosok Kalimantan Timur.
Direktur UT Samarinda, Drs. Rusna Ristasa, M. Pd dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga yang mendalam.
Baca juga: Mahasiswi Universitas Terbuka Samarinda Tanggapi Penerapan PJJ, Soroti Mental Disiplin
Ia menegaskan bahwa lulusan UT adalah pribadi yang tangguh karena menempuh jalur pendidikan yang menuntut kemandirian tinggi.
Angka 1.721 ini bukan sekadar statistik, ini adalah kisah manusia.
Di dalamnya ada perjuangan pekerja tambang dan sawit yang belajar di sela shift kerja.
"Ada ibu rumah tangga yang mengetik tugas saat anak terlelap, hingga personel TNI-Polri serta pekerja proyek IKN yang membawa modul di dalam ransel mereka," ujar Direktur UT Samarinda.
Ia menambahkan, kehadiran 42 Sarana Layanan UT (SALUT) di Kaltim menjadi kunci utama pemerataan akses pendidikan hingga ke wilayah perbatasan dan kampung-kampung.
Sementara itu, Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ali Muktiyanto, yang hadir langsung dari Jakarta, memberikan jaminan kualitas bagi para lulusannya.
Menurutnya, meski masuk UT sangat mudah, untuk lulus dibutuhkan standar kualitas kelas dunia.
"Saya pastikan kualitas mahasiswa UT di ujung daerah sama dengan mahasiswa UT di Bursa, Turki. Kita menggunakan standar dunia," tegas Prof. Ali.
Menghadapi era Ibu Kota Nusantara (IKN), Prof. Ali berpesan agar alumni UT tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri.
Baca juga: Menyongsong Pembangunan IKN Nusantara, Universitas Terbuka Siapkan Kampus Baru
| Kuasa Hukum AHK Sebut Tuntutan 3,6 Tahun Kasus DBON Kaltim Tidak Tepat, Hendrik: Harusnya Dibebaskan |
|
|---|
| Warga Balikpapan Kritisi Jalan MT Haryono, Ketersediaan Tempat Sampah Sangat Minim |
|
|---|
| Bupati Paser Target Tuntaskan Akses Rantau Buta, Jalan dan Jembatan Jadi Prioritas |
|
|---|
| Sampah Menumpuk di Bukit Ilanun Berau, DLHK Berkilah Pelakunya Bukan Warga Sambaliung |
|
|---|
| Penggerebekan Sabu di Tarakan, Tiga Terduga Ditangkap dengan Barang Bukti Hampir 24 Gram |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260412_UT-di-Samarinda-Kaltim.jpg)