Selasa, 14 April 2026

Astronomi

Ditemukan Lubang Hitam Terbesar Berukuran 12 Miliar Massa Matahari

Sebuah lubang hitam (black hole) raksasa berukuran 12 juta kali lebih besar dari matahari ditemukan oleh tim ilmuwan.

TRIBUNKALTIM.CO - Sebuah lubang hitam (black hole) supermasif berukuran 12 miliar kali lebih besar dari matahari ditemukan oleh tim ilmuwan.

Lubang hitam di pusat quasar itu digambarkan seperti mercusuar terang di alam semesta yang jauh. 

Quasar merupakan obyek yang sangat kuat dan ditenagai oleh lubang hitam supermasif di pusatnya yang terus menerus menangkap materi di sekelilingnya.(Baca juga: Di Manakah Pusat Alam Semesta? Ini Lho Jawabannya)


Sifat quasar sendiri, sejak ditemukan tahun 1963, diketahui tetap menjadi misteri sampai kini. Tetapi,  tim ilmuwan berteori bahwa materi terang itu dihasilkan karena ditelannya seluruh materi di sekeling nya ke dalam lubang hitam raksasa tersebut.

Seperti dikutip dari laman Dailymail dan ABC, obyek baru bernama SDSS J0100 + 2802 itu terletak pada galaksi jauh yang berjarak 12,8 miliar tahun cahaya dari bumi.

Ilmuwan memperkirakan lubang hitam tersebut sudah terbentuk 900 juta tahun setelah big bang (dentuman besar), awal lahirnya alam semesta.

Lubang hitam yang pertama kali diamati pada tahun 2013 dengan teleskop Lijiang 2,4 meter di Yunnan, Tiongkok, diketahui 6 kali lebih besar dibanding lubang hitam lainnya yang ditemukan pada era yang hampir bersamaan.

Para astronom tidak bisa menjelaskan bagaimana lubang hitam sangat besar itu bisa terbentuk begitu cepat setelah bintang-bintang dan galaksi pertama muncul.

Dr Fuyan Bian, dari Australian National University, yang terlibat dalam penemuan, menjelaskan: "Membentuk lubang hitam besar begitu cepat seperti itu sulit untuk menafsirkannya dengan teori-teori saat ini ...."

'Lubang hitam di pusat quasar ini mendapatkan massa yang sangat besar dalam waktu singkat."

Quasar ini ditemukan setelah para astronom melakukan survei terhadap benda bercahaya yang jauh menggunakan data dari beberapa teleskop besar di seluruh dunia. S

ampai saat ini hanya 40 quasar yang dikenal memiliki pergeseran merah yang lebih tinggi dari enam, yang merupakan tolok ukur yang digunakan untuk menentukan batas alam semesta awal.

SDSS J0100 + 2802 dibentuk segera setelah akhir dari 'zaman reionisation,' yang menciptakan alam semesta yang dipenuhi bintang yang kita kenal sekarang.

Itu adalah era transformatif yang mengakhiri 'kosmik zaman kegelapan' setelah big bang. Para astronom telah menemukan lebih dari 200.000 quasar sejauh 700 juta tahun setelah Big Bang.

Profesor Xue-Bing Wu, dari Peking University di China, yang memimpin penelitian seperti dilaporkan dalam jurnal Nature, mengatakan: "Quasar ini sangat unik.

"Kami sangat gembira, ketika kami menemukan bahwa ada semacam quasar bercahaya yang sangat besar hanya 0,9 miliar tahun setelah big bang.(Dailymail, ABC)


Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved