Dispertan Kaltim Kembangkan Benih Padi Menggunakan Nuklir
Saat ini, status benih padi yang dikembangkan dengan nuklir tersebut masih berstatus ujicoba. "Masih diteliti oleh Balitbangda," kata Ibrahim.
Penulis: Rafan Dwinanto |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Untuk mencapai program swasembada beras, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertan) bekerjasam dengan Badan Penelitian Pengembangan Daerah (Balitbangda) tengah mengembangkan benih padi menggunakan teknologi nuklir.
Saat ini, status benih padi yang dikembangkan dengan nuklir tersebut masih berstatus ujicoba. "Masih diteliti oleh Balitbangda. Kami belum tahu bagaimana hasil risetnya," kata Kepala Dispertan Kaltim Ibrahim.
Ibrahim menyebut, sampai saat ini hasil pertanian Kaltim masih menggunakan teknologi konvensional. "Proses riset tersebut masih panjang. Saat ini kami masih melakukan pembinaan secara konvensional terhadap petani," ungkapnya. (BACA: Jokowi Pastikan Harga Beras Segera Turun)
Belum ada hasil pertanian di Kaltim, kata Ibrahim, yang dihasilkan melalui teknologi nuklir. Dispertan pun belum berani merilis benih yang dikembangkan dengan teknologi nuklir, sebelum dilakukan ujicoba secara menyeluruh.
"Belum ada yang dipasarkan. Masih ujicoba. Mungkin nanti bisa saja dipasarkan jika hasil riset menunjukkan padi yang dihasilkan dari benih yang dikembangkan dengan nuklir tersebut, aman," tegas Ibrahim. (*)