Jumat, 10 April 2026

Feature

Biar Lebih Nyaman, Pj Gubernur Kaltara Minta Jok Damri Diremajakan

Satu per satu pejabat menaiki bus berkapasitas 25 kusi tersebut. Irianto sendiri duduk di deretan kursi nomor dua dari depan.

Bus Damri secara resmi beroperasi melayani rute Tanjung Selor-Tanjung Redeb, Tanjung Selor-Malinau-Salap. Peresmian operasional bus Damri ini dilakukan di Terminal Pasar Induk Bulungan, Jalan Sengkawit, Senin (2/3/2015) yang ditandai dengan pemecahan kendi oleh Penjabat Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie.

WAKTU menunjukkan pukul 09.20 wita, bus Damri yang baru saja diresmikan pengoperasiannya segera dijajal. Usai pemecahan kendi peresmian oleh Penjabat Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, sejumlah eselon II pegawai Pemprov Kaltara termasuk Irianto dan Sekprov H Badrun berkesempatan menaiki bus bernomor polisi KT 7797 BR yang dibeli pihak Damri Samarinda pada tahun 2013 lalu.

Satu per satu pejabat menaiki bus berkapasitas 25 kusi tersebut. Irianto sendiri duduk di deretan kursi nomor dua dari depan. Terlihat Sekprov Kaltim ini beberapa kali memerhatikan sejumlah bagian dalam bus yang berkode 4757 ini.

Bus damri akhirnya bergerak. Dari arah belakang Pasar Induk Bulungan, bus bergerak menuju Jalan Sengkawit. Bus Damri melesat pelan melewati Jalan utama Kota Tanjung Selor ini. Tak seperti kota besar, di jalan utama Kota Tanjung selor ini hampir tak ada raungan klakson pertanda pengguna jalan tak sabaran menunggu macet terurai. Maklum, ibukota Kaltara masih kota kecil, belum sampai pada kota besar, apalagi metropolitan.

Tiba di depan Madrasah Aliyah Negeri 1 Tanjung Selor, bus berbelok ke lajur kanan Jalan Sengkawit. Kurang dari 10 menit, bus kembali berbelok hingga menuju tempat terminal semula. (BACA: Asyik, Bus Damri Kini Hadir di Ibukota Kaltara)

Pejabat satu persatu bergegas turun menapakkan kembali kaki ke jalan yang berbahan beton. Irianto yang saat itu langsung bercerita. Irianto mengakui sensasi menaiki bus Damri ini cukup nyaman. Meski bukan dalam kondisi baru, bus yang didominasi warna putih ini masih terbilang bersih. Maklum saja, Damri memiliki perawatan yang cukup bagus.

“Saya kira cukup nyaman. Untuk kenyamanan dan keselamatan, bus pengadaan tahun 2013 ini perawatannya cukup bagus. Tentu karena kita tahu mereka punya bengkel sendiri,” sebut Irianto.

Meski begitu, Irianto juga mengakui beberapa bagian bus perlu diremajakan. Semisal kusi (jok) yang menurutnya harus didesain lebih agar seluruh penumpang yang menggunakan jasa angkutan perintis ini makin nyaman. Selain itu, pantauan Tribunkaltim.co yang kebetulan duduk di kursi paling depan (samping sopir) sejumlah peralatan navigasi sang sopir sudah sedikit usang. Udara di dalam pun sedikit hangat bukan pengap lantaran belum dilengkapi pendingin.

“Mungkin nanti kalau kalau Damri sudah punya keuntungan sendiri bisa diganti supaya makin nyaman. Termasuk joknya agar masyarakat yang menggunakan semakin nyaman,” sebutnya.

Beroperasinya bus Damri ini sebutnya dapat menjadi alternatif utama masyarakat Kaltara jika hendak mengakses daerah-daerah tujuan, Bahkan Penjabat Gubernur yang segera mengakhiri masa jabatannya pada 22 April ini mengakui dalam kurang dari tiga tahun ke depan, keberadaan Damri dapat menjadi angkutan umum.

“Kalau sekarang kan masih angkutan perintis, masih subsidi. Tiga tahun atau kurang dari itu bisa Damri sudah bisa menjadi angkutan umum. Karena kalau melihat perkembangan Kaltara ini kan cepat sekali,” sebutnya. (BACA: Walikota Sofian Raga Antar Pelajar Naik Bus Sekolah)

Keberadaan Damri pun sambungnya akan memotivasi sekaligus merangsang para pelaku usaha di Kaltara untuk melirik bisnis angkutan umum yang aman dan nyaman. Agar keberadaan Damri semakin dirasankan manfaatnya, Pemprov Kaltara berjanji melakukan kerjasama dengan Pemkab Bulungan untuk menghidupkan kembali Terminal Jelarai yang sejauh ini mangkrak, sekaligus menghidupkan angkutan dalam kota. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved