Selasa, 16 Juni 2026

Pelecehan Seksual

Bicara Mencegah Pelecehan Seksual Berulang

Ketidakberanian untuk berbicara ketika mendapat pelecehan seksual tidak serta merta karena kurang berpendidikan.

Tayang:
Penulis: Rita Noor Shobah | Editor: Rita Noor Shobah

TRIBUNKALTIIM.CO - Banyaknya kejadian pelecehan dan kekerasan pada anak dan perempuan membuat kita prihatin dan sedih. Dan mungkin masih ada kasus-kasus pelecehan seksual pada anak dan perempuan yang tidak diketahui atau dilaporkan. Ketidakberanian untuk berbicara ketika mendapat pelecehan seksual tidak serta merta karena kurang berpendidikan. Ada juga yang berpendidikan tinggi, tinggal di kota besar, namun tidak berani bersuara ketika mendapat perlakuan negatif tersebut. Mengapa?

Berani bicara tidak akan akan merugikan. Itu saran tegas Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan yang juga aktivis perempuan dan anak Ida Prahastuty. "Artinya ketika kita berani membeberkan fakta yg sesungguhnya itu sama artinya kita melindungi diri sendiri dan orang lain. Tertangkapnya pelaku kriminal niscaya keamanan kita terlindungi demikian juga dengan keamanan orang lain," tandas Ida. (BACA: Yesika Selamat Dari Perkosaan Berkat Korset)

Ia melanjutkan kalau setiap orang tidak takut bicara niscaya kedok kejahatan itu semakin cepat terungkap. Dengan berbicara atau melapor, korban telah membuat pelaku kekerasan tidak lagi dapat melakukan kejahatan dan masyarakat menjadi lebih waspada.

Lantas bagaimana agar korban punya keberanian untuk berbicara atau melaporkan pelecehan seksual? "Jangan takut itu bukan kesalahanmu, ayo lapor polisi." Kata-kata itu yang harus kita sampaikan pada korban," kata Ida. Ia memaparkan hukum di Indonesia sudah jelas pelecehan seksual secara umum diatur dalam KHUP pasal 281-282 pasal 285 KUHP menyebutkan: barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan di antaranya melakukan perkosaan dipidana penjara paling lama 12 tahun.

Memang dengan trauma psikis yang dialaminya korban biasanya, korban enggan melapor pada polisi. Untuk menguatkan mental korban, peran orang-orang terdekat sangat penting. "Apabila ada orang terdekat kita yang mengalami pelecehan seksual dan dia berani bicara pada kita, peran kita sangat penting di sini. Yang pertama kita harus tenang jangan panik," ujarnya.. Lanjutnya, berikan rasa aman dengan memeluknya. "Katakan juga pada korban bahwa keberaniannya untuk berbicara adalah hal yang benar dan beri dia dukungan," papar Ida.

Jangan terburu-buru untuk menggali informasi lengkap. Bisa jadi korban masih dalam kondisi trauma. Lakukan dengan perlahan dan penuh perhatian, agar korban lebih leluasa dan merasa percaya untuk bercerita.

"Support dan beri pengertian bahwa pentingnya melapor kepada polisi," imbuhnya. Orang-orang terdekat juga bisa membantu mendampingi melapor ke polisi atau berkonsultasi dengan psikolog bila diperlukan. (BACA: Faktor Gadget, Ekonomi, Kurang Komunikasi Sebabkan Pelecehan Seksual)

Ida memaparkan Pemkot dan DPRD Balikpapan juga telah membuat aturan pencegahan agar pelecehan seksual tidak terjadi. "Dalam upaya untuk melakukan perlindungan terhadap anak Pemkot dan DPRD telah memprioritaskan draf Raperda perlindungan anak. Draf ini telah masuk dalam program Bappeda 2015. Insya Allah tahun ini bisa segara menjadi Perda," papar Ida. Untuk Perwali, lanjutnya, juga sudah ditegaskan ke sekolah sekolah dalam menetapkan peraturan penggunaan seragam. "Di sekolah-sekolah sudah wajib menggunakan rok dan celana panjang. Buat siswi muslim juga menggunakan jilbab dan wajib menggunakan baju dalam dan tidak membawa telepon genggam. "Kegiatan-kegiatan keagamaan juga dilakukan di sekolah," imbuhnya.

Selain peraturan yang dibuat pemerintah yang paling penting, menurut Ida adalah bentuk kepedulian kita pada diri sendiri, keluarga, tetangga, dan orang lain. "Jangan bosan mengingatkan, mengimbau, mengedukasi keluarga, tetangga, teman atau siapapun mengenai pengetahuan dan langkah-langkah pencegahan agar pelecehan seksual itu tidak terjadi," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved