Senin, 8 Juni 2026

Kesehatan

Sering Pakai Earphone Keras? Dokter THT Ungkap Risiko Telinga Berdengung hingga Gangguan Pendengaran

Mendengarkan musik dengan volume tinggi ternyata bisa merusak saraf telinga dan memicu gangguan pendengaran

Tayang:
Penulis: Ardiana | Editor: Amelia Mutia Rachmah
HO/
EDUKASI KESEHATAN TELINGA – Dokter Spesialis THT Restu Ibu Hospital Balikpapan, dr. Yuwan Pradana, Sp.THT-KL, memberikan penjelasan mengenai risiko penggunaan earphone dengan volume tinggi terhadap kesehatan pendengaran. (HO/RESTU IBU HOSPITAL BALIKPAPAN) 

Ringkasan Berita:
  • Penggunaan earphone dengan volume tinggi berisiko menyebabkan gangguan pendengaran dan telinga berdengung.
  • Dokter THT menyarankan penerapan aturan 60/60 untuk menjaga kesehatan telinga.
  • Headphone dinilai lebih aman dibanding earphone tipe in-ear, namun tetap harus memperhatikan volume dan durasi penggunaan.

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kebiasaan mendengarkan musik, menonton video, atau melakukan aktivitas lain menggunakan earphone dengan volume tinggi masih sering dianggap hal biasa. 

Padahal, paparan suara keras dalam jangka waktu lama dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan telinga.

Dokter Spesialis THT Restu Ibu Hospital Balikpapan, dr. Yuwan Pradana, Sp.THT-KL, mengingatkan bahwa penggunaan earphone dengan volume berlebihan menjadi salah satu faktor yang cukup sering ditemukan pada pasien yang datang untuk memeriksakan gangguan pendengaran.

Menurutnya, kerusakan yang terjadi umumnya berlangsung perlahan akibat paparan suara keras yang terus-menerus mengenai saraf telinga.

"Yang paling sering datang ke klinik itu gangguan pendengaran. Pendengarannya berkurang, kemudian telinga berdengung. Bahkan bisa sampai migrain atau sakit kepala," ujarnya.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Telinga Bagi Editor dan Musisi yang Sering Pakai Earphone Menurut Dokter THT

Kerusakan Saraf Telinga Sering Tak Disadari

Gangguan pendengaran akibat penggunaan earphone tidak selalu langsung terlihat. Banyak orang merasa pendengarannya masih normal, tetapi mulai mengalami kesulitan saat harus menangkap percakapan di tempat ramai.

Kondisi tersebut terjadi karena kemampuan saraf telinga dalam memproses suara mengalami penurunan meskipun fungsi pendengaran secara umum tampak masih baik.

"Sering juga pasien merasa pendengarannya biasa saja, tapi kalau mendengar di tempat yang ramai dia susah fokus. Intinya sama karena kerusakan saraf telinga," jelas dr. Yuwan.

Paparan suara yang melebihi batas kemampuan telinga manusia dapat meningkatkan risiko kerusakan pendengaran. Semakin tinggi volume yang digunakan, semakin pendek pula durasi aman penggunaan perangkat audio tersebut.

Terapkan Aturan 60/60

Untuk mengurangi risiko gangguan pendengaran, dr. Yuwan menyarankan masyarakat menerapkan aturan 60/60 saat menggunakan earphone maupun perangkat audio pribadi.

Baca juga: Program Cek Kesehatan Gratis Samarinda Tembus 15,29 Persen, Diklaim Terus Meningkat

Aturan tersebut berarti volume perangkat sebaiknya tidak melebihi 60 persen dari kapasitas maksimal dan digunakan tidak lebih dari 60 menit secara terus-menerus tanpa jeda.

"Kalau device volumenya 60 persen, boleh maksimal 60 menit non-stop. Makin tinggi volumenya harus makin sebentar. Itu batas aman yang tidak merusak saraf telinga," katanya.

Memberikan jeda istirahat bagi telinga dinilai penting agar organ pendengaran memiliki waktu untuk memulihkan diri dari paparan suara yang diterima.

Headphone Dinilai Lebih Aman

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved