Keluarga

Ajarkan Nilai-nilai Kesederhanaan dan Bersyukur pada Anak

PERAYAAN ulang tahun haruskah dirayakan? Sebelum menjawabnya, kita definisikan terlebih dahulu hari ulang tahun.

HO/Dwita Salverry
Psikolog Dwita Salverry 

TRIBUNKALTIM.CO - PERAYAAN ulang tahun haruskah dirayakan? Sebelum menjawabnya, kita definisikan terlebih dahulu hari ulang tahun. Hari ulang tahun, adalah hari kelahiran seseorang atau peringatan hari itu. Di beberapa tempat, peringatan hari lahir seseorang, terutama seorang anak dirayakan dengan suatu pesta dan pemberian kado. Namun, untuk sisi agama, dari sudut pandang psikolog, Dwita Selvarry, perayaan ulang tahun itu tidak wajib dirayakan. Namun, selama ini yang kita tahu, khususnya di Indonesia ulang tahun ada sebagian orang merayakannya.

"Kalau dalam agama Islam, tidak ada kalimat yang menyebutkan umatnya harus merayakan ulang tahun. Kalau di Indonesia ini konsepnya pamer," katanya.

Anak sedari usia golden age (0 -8) tahun, sambungnya, harus ditanamkan hal-hal kesederhanaan. Namun, tidak ada larangan bagi orang tua yang ingin hari kelahiran anaknya dirayakan.

"Kalau merayakan boleh, tetapi tidak harus tiap tahun terus konsepnya mewah. Anak itu harus diperlihatkan, tidak usah melalui kata-kata, bawa langsung si anak melihat anak yang lebih susah dari dia. Jadi, si anak harus diajarkan rasa bersyukur, mengetahui bahwa hidupnya masih beruntung," ujarnya. (BACA: Faktor Gadget, Ekonomi, Kurang Komunikasi Sebabkan Pelecehan)

Satu contoh, seorang ibu bernama Yattie. Dia mengaku pernah merayakan ulang tahun anaknya sebanyak dua kali. Selanjutnya, si anak yang bernama Zahra (10) sudah tidak lagi dirayakan.

"Anakku ulang tahun cuma dua kali saja. Umur satu dan tiga tahun. Setelah itu nggak pernah lagi saat dia masuk TK (taman kanak-kanak)," katanya.
Zahra, lanjutnya, saat tiba tanggal lahirnya, hanya sekedar mentraktir kawan-kawannya. Yattie yang tinggal di Perumahan Wika Balikpapan ini, ingin membiasakan si anak agar tidak hidup dalam kemewahan serta mensyukuri hidup.

"Kalaupun mau bergembira ria, biasanya saya ajak teman-temannya makan. Biasakan anak-anak untuk nggak bermewah-mewah juga. Intinya, harus bersyukur masih bernafas. Biasanya anakku suka ku ajak ke yayasan. Bawa perlengkapan sekolah. Biar dia tahu, nggak semua anak bisa beruntung seperti dia. Masih punya orang tua lengkap," ujarnya. (*)

Penulis: Ade Miranti
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved