Rabu, 15 April 2026

Penyandang Tunatera Kena Tipu

Tunanetra Penerima Rp 25 Juta Sempat Sulit Urus Rekening

Zia mengetuk hati kawan-kawannya melalui di media sosial Twitter. Karyawan HSE Petrosea itu datang langsung ke rumah Salman

TRIBUN KALTIM / JINO PRAYUDI KARTONO
Zia Zulhaq (kanan) saat menyerahkan bantuan netizen kepada Salman, tunanetra korban penipuan di Balikpapan, Minggu (22/3/2015) malam. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Di balik musibah selalu ada berkah! Tadi malam, Minggu (22/3/2015) pukul 20.00, penyandang tunanetra, Salman, yang kehilangan uang Rp 1,9 juta akibat aksi penipu tega di Anjungan Tunai Mandiri (ATM), mendapat sumbangan total Rp 25 juta.

Sumbangan tersebut diperoleh Salman yang menjabat Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Cabang Balikpapan, dari aktivitas Zia Zulhaq, warga Perumahan Bukit Damai Sentosa (BDS) Blok D, Balikpapan Selatan, Kalimantan Timur.

Zia mengetuk hati kawan-kawannya melalui di media sosial Twitter. Karyawan HSE Petrosea itu datang langsung ke rumah Salman di kompleks Depsos, Jalan MT Haryono.

Tahukah anda betapa sulitnya proses yang dilalui Salman, mengurus uangnya yang hilang? Ini dia kronolologisnya:

Sabtu, 7 Maret 2015:
-Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Cabang Balikpapan, Salman, menjadi korban kejahatan. Ia kehilangan semua uang tabungannya berjumlah Rp 1,9 juta.
-Uang itu diduga ditarik orang yang dimintai Salman pertolongan saat akan mengambil uang di gerai ATM.

-Saat itu Salman menumpang ojek datang ke gerai ATM BRI yang ada di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan. Karena keterbatasan, tak dapat melihat, Salman meminta tolong seseorang yang ada di ATM. Bukannya mendapat bantuan, ia malah kena tipu.

Stop Press: Update Berita Eksklusif, Unik dan Menarik secara real time. Gratis kok… Cukup likes Facebook TribunKaltim.co atau follow twitter @tribunkaltim.co

Senin, 9 Maret 2015:
-Pagi hari, Salman bersama Nurmiati, istrinya, mendatangi Kantor BRI Balikpapan Baru menanyakan sisa uang di rekeningnya, ternyata tinggal Rp 50.000. Ia lalu memblokir rekening tersebut.

-Sore harinya, Salman menceritakan pengalaman pahitnya kepada Tribun Kaltim.
-"Setelah di ATM, saya minta tolong sama orang itu, kemudian orang itu bilang kalau ATM saya tidak bisa digunakan, tidak aktif. Lalu dia kasih kembali ATM saya. Saya tidak tahu kalau ATM itu sudah ditukar. Baru tahu ketika saya pergi ke ATM di tempat lain. Ketika minta tolong Satpam, baru diberitahu kalau ATM yang saya kasih bukan BRI, punya saya, tapi ATM BNI," kata Salman yang bekerja sebagai tukang pijat tunatera.

-Uang tersebut adalah uang beasiswa untuk anaknya senilai Rp 1 juta dan Rp 900.000 dari simpanan istrinya.

Selasa, 10 Maret 2015:
-Harian Tribun Kaltim dan portal online www.tribunkaltim.co memuat berita penipuan yang dialami Salman.
-Salman mendatangi markas Polsek Balikpapan Utara dengan niat melaporkan tindakan penipuan dan pencurian uang yang dilakukan seseorang kepadanya. Namun ia gagal melapor karena listrik padam.

-Salman dirujuk agar melapor ke Polresta Balikpapan. Lalu ia mengalihkan laporan ke Sentra Pelayanan Polresta Balikpapan. Sekitar 10 menit Salman menunggu di dalam ruang tersebut.

-Salman ditemani kru Tribun, khawatir tidak cukup waktu melanjutkan ke bank karena jarum jam sudah menunjukkan pukul satu siang. Tribun membantu menanyakan kepada petugas polisi di Sentra Pelayanan. Seorang anggota polisi menganjurkan agar melapor ke bagian Satuan Reserse dan Kriminal.

-Penyidik meminta Salman membawa surat dari BRI selaku bank penerbit kartu ATM yang menyatakan Salman memang nasabah bank tersebut. Salman terlihat kecewa. Tribun mencoba menjelaskan kepada polisi, bahwa laporan merupakan rujukan dari Polsek.

-Seorang polisi menjawab, "Kan yang di sana sudah tua-tua, jadi agak lupa." Dari awal, Salman menduga prosesnya akan berbelit-belit. Salman mengalah. Ia minta diantar ke BRI di kawasan Balikpapan Baru.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved