Kukar Bangun Bandara dan Smart City Rp 1 Triliun tanpa APBD
Menurut Rita, pembangunan bandara itu penting sebagai pelengkap Smart City. Pemerintah pusat bahkan sangat mendukung pembangunan bandara ini
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari mengatakan nilai investasi Bandara Khusus Loa Kulu dan pembangunan Smart City (Kota Pintar) di wilayahnya mencapai Rp 1 triliun. Smart City yang mengadopsi Fujisawa Sustainable Smart Town di Jepang akan dibangun oleh konsorsium Panasonic yang beranggotakan 17 perusahaan.
"Izin terkait navigasi sudah ditandatangani, tinggal izin membangun," kata Rita, Rabu (25/3/2015).
Kemarin, Rita langsung menghubungi Dirjen Perhubungan Udara. "Tidak ada masalah, sekarang hanya mempersiapkan beberapa dokumen untuk izin membangun dan segera groundbreaking (peletakan batu pertama)," ucap Rita membantah pernyataan kalau izin bandara tidak disetujui Menhub.
Beberapa tahapan izin sudah disetujui pusat, mulai Feasibility Study (Studi Kelayakan), Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), survei topografi dan Rencana Induk Bandara (RIB). Bahkan, pengurusan izin dilakukan sejak setahun lalu. (BACA: Tim Teknis Kemenhub Teliti Lokasi Bandara di Kukar)
Menurutnya, pembangunan bandara itu penting sebagai pelengkap Smart City. Pemerintah pusat, kata Rita, sangat mendukung pembangunan bandara ini.
"Karena ini memang kebutuhan daerah. Bandara ini dibangun tidak memakai APBN dan APBD. Dibuat untuk kepentingan Smart City. Tapi jika nanti demand (permintaan) tinggi, maka bisa menjadi komersil juga," kata bupati perempuan pertama di Pulau Kalimantan itu.
Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Kukar, Bambang Arwanto mengatakan pembangunan bandara khusus terus berlanjut dengan investor PT Nusa Energindo Persada sebagai leading company.
"Pak Jonan (Menhub) sangat apresiatif kok, apalagi bandara ini dibangun pihak swasta tanpa APBD. Bahkan, beliau mau meneken karena sesuai dengan tata bandara nasional dan lahan tidak sengketa," ujar Bambang. (BACA: Begini Cara Bupati Kukar Dukung Musik Rock)
Saat ini ia harus menyelesaikan Rencana Tehnik Terinci (RTT) sisi udara untuk memperoleh izin membangun bandara. "Kemarin izin pengguna ruang udara sudah keluar dari navigasi, tinggal tindak lanjuti izin membangun, sejauh ini tak ada masalah. Saya nggak mengerti kalau dibilang tidak diizinkan karena semua dokumen sudah disetujui," jelas Bambang.
Adapun wilayah smart city nanti meliputi wilayah Tenggarong dan Loa Kulu. Sekitar Loa Kulu terdapat kawasan aero city dengan luasan 1.000 hektar, sedangkan landmark di Tenggarong memiliki cakupan radius 2.000 hektar. Acara groundbreaking yang bakal dihadiri Wapres Jusuf Kalla digeser hingga pertengahan April.
Apa saja fasilitas Bandara Khusus Loa Kulu dan bagaimana konsep Smart City dijalankan? Baca ulasan lengkapnya di harian Tribun Kaltim edisi Kamis, 26 Maret 2016. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tenggarong_patung-lembuswana.jpg)