Berita Video
VIDEO - Rina Terpaksa Mengerjakan Soal UN di Rumah Sakit
Rina masuk ke rumah sakit karena hemoglobinnya turun hingga 6 g/dl. Kondisi badannya lemas.
Penulis: Rahmad Taufik | Editor: Martinus Wikan
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Rina Ayu Marcela, murid SMAN 1 Tenggarong kelas XII IPS1, masih terbaring lemah di tempat tidur Ruang Tulip 9 di Rumah Sakit AM Parikesit Tenggarong.
Selang infus menempel di telapak tangan kanannya. Rina bersikeras untuk mengikuti Ujian Nasional (UN), Senin (13/4) kemarin, kendati orangtuanya meminta agar dia beristirahat dulu sampai kondisinya pulih.
Sejak Jumat (10/4) lalu, Rina masuk ke rumah sakit karena hemoglobinnya turun hingga 6 g/dl. Kondisi badannya lemas.
Rina didatangi seorang pengawas UN di rumah sakit kemarin. Jiati, pengawas dari SMAN 1 Tenggarong, membawa naskah soal Bahasa Indonesia. Dia memberikan naskah soal itu kepada Rina, sedangkan lembar jawaban komputer (LJK) tetap dipegang Jiati. (Baca: Pengawas di Kota Ini Bikin Grup WhatsApp untuk Koordinasi Pelaksanaan UN)
Rina tinggal menyebutkan abjad pilihan jawaban yang dianggapnya benar pada tiap soal, lalu Jiati akan menghitamkan lingkaran abjad itu dalam LJK dengan ujung pensil.
Rina merupakan anak kembar, saudara kembarnya bernama Rini Poppy Marcela. Keduanya mengenyam pendidikan di SMAN 1 Tenggarong. Mereka juga satu kelas, meskipun tidak duduk sebangku.
Saudara kembarnya sempat mendampingi Rina selama di rumah sakit, bahkan tidur dalam satu ranjang. "Cuma tadi malam, saudara kembarnya tidak tidur di rumah sakit karena mau belajar untuk persiapan UN hari ini," kata Slamet, ayah Rina yang setia mendampingi putrinya. (Baca: UN Hari Pertama, 90 Persen Siswa Hadir).
Rina juga dibawakan beberapa buku pelajaran oleh saudara kembarnya. Mereka belajar bareng saat di rumah sakit. "Saya bilang kalau nggak tahan, nggak usah ikut UN. Yang penting sembuh dulu," tuturnya.
Namun, Rina bersikukuh ingin ikut UN. Rina baru menjalani transfusi darah karena hemoglobinnya terlalu rendah. Dia sudah menghabiskan 4 kantong darah. Ayah dan kakaknya ikut mendonorkan darah untuk Rina dan 2 kantong lagi didapatkan dari PMI. Ia masih memerlukan kantong darah lagi agar kadar hemoglobinnya naik.
Rina tak banyak bicara kemarin karena kondisinya belum pulih betul. "Soalnya lumayan sulit, tapi ada beberapa soal yang saya pelajari keluar," ucapnya seraya mengaku pusing. Rina harus beristirahat sejenak sebelum melanjutkan pada soal mata pelajaran berikutnya, yakni Geografi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ujian-nasional-di-rs_20150415_203310.jpg)