Profil
Sang Juara yang Tetap Nomor 2
DAYANG Suriani MPd memang memiliki banyak prestasi dan karya. Tergress adalah ia diganjar penghargaan sebagai The Best Teacher dan Guru Berprestasi
Penulis: Rita Noor Shobah | Editor: Rita Noor Shobah
TRIBUNKALTIM.CO - DITEMUI di lobi sekolah SMAN 1 Balikpapan, Dayang Suriani menyambut ramah. Di luar perkiraan guru yang mendapat puluhan penghargaan dan ratusan karya tulis ini ternyata masih sangat muda.
DAYANG Suriani MPd memang memiliki banyak prestasi dan karya. Tergress adalah ia diganjar penghargaan sebagai The Best Teacher dan Guru Berprestasi Tingkat Nasional pada 2014. Penghargaan lainnya ia terima dari tahun ke tahun sebelumnya (lihat boks).
Semua prestasi tersebut tak lepas dari perannya sebagai guru Bahasa Inggris yang kreatif dan penuh terobosan. Siapa sangka, ini adalah buah dari keinginannya menyenangkan orangtua.
Ya, menjadi guru adalah keinginan orangtua Dayang.Orangtuanya ingin Dayang berbakti kepada negara dengan menjadi guru. Keinginan orangtuanya ia penuhi dengan menempuh pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Mulawarman, Samarinda.
Selama empat tahun kuliah, ia mendapat beasiswa dari pemerintah berupa Beasiswa Ikatan Dinas. Lulus kuliah, ia menjadi guru Bahasa Inggris di SMAN 4 Balikpapan. "Tahun 1998 jalan ke SMAN 4 itu masih berlumpur. Untuk mengajar pun saya harus empat kali naik angkot dan dua kali naik ojek," tutur Dayang menceritakan perjuangannya di awal menjadi guru dengan gaji pertama Rp 198 ribu. Selama sembilan tahun Dayang mengabdi di SMAN 4.
Kemudian ia dipindah ke SMAN 2 selama dua tahun, kemudian sejak 2009 ia bertugas di SMAN 1 Balikpapan.
"Menjadi guru saya merasakan banyak sekali perubahan yang terjadi pada diri saya. Sebagai guru kita dituntut untuk selalu meningkatkan kualitas, jangan sampai ketinggalan dengan anak-anak," tutur ibu dua anak ini.
Zaman sekarang, imbuh Dayang, anak-anak lebih canggih terutama bukan hanya dalam hal teknologi. "Kita harus membaca terlebih dahulu, menulis terlebih dahulu. Karena anak-anak mencontoh ketika gurunya berbuat, bukan hanya berbicara. Anak-anak membaca satu buku, guru harus membaca dua-tiga buku. Kita harus dua-tiga langkah di depan, karena kalau satu langkah sangat mudah terkejar," kata Dayang memberi ilustrasi.
Sehingga apa yang dilakukan guru memacu semangat anak-anak untuk meningkatkan kualitasnya. "Jadi anak-anak akan melihat ketika guru kreatif, maka mereka juga ingin kreatif," imbuh isteri dari Zaini Widodo, S.Sos ini.
Dayang memang terkenal guru yang kreatif, produktif, dan penuh terobosan. Tak heran bertubi- tubi penghargaan ia dapatkan. Mulai dari skala Balikpapan hingga Nasional. Ini buah dari kreativitas dan kesungguhannya dalam berkarya. "Tugas guru bukan cuma membimbing siswa tetapi juga produktif menghasilkan karya," katanya.
Sederet karya sudah ia buat. Buku pertamanya diterbitkan pada 2010 dengan judul Sebuah Oase dalam Pembelajaran. Kemudian menyusul buku-buku lain hasil pemikirannya.Mei tahun ini, ia juga akan kembali merilis buku baru (lihat boks). Menulis memang hobi Dayang sejak kecil. Tulisan pertamanya dimuat di majalah Bobo. "Lalu mulai produktif di tahun 2006 dengan menulis banyak artikel. Baru pada 2010 buku pertama terbit," kata Dayang yang memfavoritkan ayahnya sebagai penulis idolanya.
Dayang juga berkomitmen, ketika kembali ke rumah usai mengajar, semua beban pekerjaan sekolah ia tanggalkan. "Ketika di rumah langsung berperan sebagai ibu rumah tangga. Mengerjakan tugas-tugas domestik," imbuhnya. Setiap hari, usai tugasnya sebagai ibu dan isteri selesai, ia membiasakan menulis minimal 15 menit maksimal 30 menit sebelum tidur. "Setelah kebutuhan anak-anak dan suami tercukupi dan terlayani, dan mereka tidur. Saya menulis minimal 15 menit, menulis apapun yang ada di pikiran. Kalau kita fokus kita akan menghasilkan banyak karya hanya dengan 15 menit sehari," tandas Dayang.
Menurutnya kemudahan menulis tidak lepas dari kebiasan rajin membaca. Ia memang membaca di setiap ada kesempatan atau waktu senggang. Di sela mengajar hingga di dalam angkutan umum. "Kalau sudah kita baca akan terekam di otak, sehingga ketika menulis akan mudah," paparnya.
Sebagai manusia ia mengakui kadang ada rasa jenuh, namun ia berusaha terus untuk menjaga konsistensinya. "Atasi jenuh itu dengan bersyukur dengan apa yang saya miliki saat ini. Dengan bersyukur, rasa mood itu pasti balik lagi," imbuhnya.
Hidup itu bagi Dayang harus terus berbuat. Setiap hari harus ada yang ia buat baik itu karya ataupun kebaikan. "Kita harus berbuat sesuatu jangan hanya stagnan menerima nasib. Kita harus ambil peluang. Hidup itu memanfaatkan peluang supaya kita eksis dalam arti yang positif. Karena kita yang bisa mengubah wajah dunia, bukan dunia yang mengubah kita," tegas Dayang.
Cara berpikir untuk memperingati Hari Kartini mungkin harus diubah. Jangan melulu hanya memperingati di tanggal 21 April dengan konde-kondean dan kebayaan tanpa melakukan hal-hal yang positif dan bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang-orang di sekitar kita.
Bila cuma sekadar memaknai perjuangan RA Kartini dengan kata-kata memang mudah. Namun bila hanya berhenti pada kata-kata, sehebat apapun kalimat yang dirangkai tidak akan berarti apa- apa.
Dayang Suriani memaknai Kartini dengan lebih bijak. "Kartini yang sebenarnya adalah bagaimana seorang wanita itu sanggup berkiprah dengan gemilang baik dalam rumah tangganya maupun karier yang tengah digelutinya," tutur Dayang, Guru Bahasa Inggris di SMAN 1 Balikpapan ini.
Ia mengakui rasa bosan dan jenuh dengan aktivitas keseharian terkadang menghampiri setiap wanita. "Jadikan sholat dan sabar sebagai penolong untuk mengatasi semua masalah yang dihadapi. Kepedulian, rasa sayang dan cinta dari keluarga dan orang-orang terkasih akan menjadi obat mujarab bagi wanita untuk tetap tegak berdiri di tengah himpitan dan tuntutan hidup," tukas Dayang.
Ia mengimbuhkan kehadiran wanita kuat (strong woman) sekiranya mampu membangun pribadi-pribadi mumpuni dan memperbaiki mental anak bangsa di tengah hingar-bingar dunia dan kemajuan teknologi yang sulit sekali dibendung pengaruh negatifnya.
"Kartini sejati bukanlah Kartini yang mampu berdiri sejajar dengan para pria. Namun Kartini sejati itu adalah bagaimana seorang wanita mampu melengkapi kekurangan yang dimiliki oleh para pria. Kartini itu akan tetap menjadi orang nomor 2 setelah laki-laki dalam urusan apapun, karena Kartini diciptakan oleh Allah SWT untuk menjadi pelengkap hidup para pria sekaligus menjadi penenang ketika keluarganya menghadapi masalah dan keputusasaan," tandas Dayang.
Ia mengimbuhakan, "Kartini bukanlah sosok wanita yang sempurna tetapi dia akan selalu memberikan cinta dan kasih sayang yang sempurna untuk orang-orang di sekelilingnya."
Tentang Dayang
Nama: Dayang Suriani Mpd
Lahir di Balikpapan, 9 Agustus 1974
Suami: Zaini Widodo, S.Sos
Anak: Amira Syafana dan Muhammad Hisyam Al Aushaf
Aktivitas: Guru Bahasa Inggris di SMA Negeri 1 Balikpapan, Penulis Buku, Novel, Puisi, Essay dan Jurnal Pendidikan.
Motto hidup: Life With 2 Dollar ($2) artinya Hidup dengan Sabar dan Syukur.
Penghargaan:
1. Juara 1 lomba Guru Berprestasi jenjang SMA Tingkat Kota Balikpapan Tahun 2014.
2. Juara 1 Lomba Guru Berprestasi jenjang SMA Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2014.
3. Finalis (10 Besar) Guru Berprestasi jenjang SMA Tingkat Nasional Tahun 2014
4. Juara The Best Practice Teacher dalam pembelajaran di sekolah jenjang SMA/SMK Tingkat Nasional Tahun 2014
5. Finalis (10 Besar) Lomba Inovasi Pembelajaran Antikorupsi jenjang SMA/SMK Tingkat Nasional Tahun 2014
6. Penghargaan dari Walikota Balikpapan sebagai "English Supervisor" dalam rangka English Week KPMB Makasar 2014.
7. Juara 2 Lomba Kreatifitas Guru dalam Pembelajaran Inovatif jenjang SMA tingkat Provinsi Kaltim Tahun 2013.
8. Juara 1 Lomba Karya Nyata Pendidikan Masyarakat Tingkat Kota Balikpapan Tahun 2013
9. Juara 2 Lomba Karya Nyata Pendidikan Masyarakat Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2013.
10. Penghargaan sebagai Tim Penilai Angka Kredit Jabatan Fungsional Guru oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta Tahun 2011 s.d sekarang.
11. Penghargaan sebagai Pembicara Bedah Buku "An Endless Love (Cinta Tiada Batas)" karya penulis sendiri, dalam rangka Istiqomah Book Fair Tahun 2013.
12. Penghargaan sebagai Inspiring Woman oleh beberapa Yayasan Pendidikan, Sosial dan Kemasyarakatan Kota Balikpapan Tahun 2013.
13. Penghargaan sebagai Inspiring Woman oleh beberapa Yayasan Pendidikan Lentera Hati Balikpapan Tahun 2012.
14. Penghargaan sebagai Instruktur Bahasa Inggris MGMP SMP/Mts Kota Balikpapan Tahun 2012-2014 oleh Dinas Pendidikan Kota Balikpapan.
15. Penghargaan sebagai Pembicara pada Acara Pendidikan Keluarga oleh Stasiun TV Lokal Balikpapan BUKADRI VISION tahun 2010.
16. Penghargaan sebagai "The Best Participant" pada Program "Cross Culture Understanding" Malaysia, 2008.
17. Penghargaan sebagai "The Best Participant" pada acara "Parenting Seminar" Malaysia, 2008.
18. Juara 2 Lomba Guru Berprestasi jenjang SMA/SMK Tingkat Kota Balikpapan 2008.
19. Juara 3 Lomba Guru Berprestasi jenjang SMA/SMK Tingkat Kota Balikpapan 2006.
20. Penghargaan sebagai English Promotor oleh Glenda Sawyer, The Director of Inovative Humanitarian Solution, Inc Tahun 2004-2005.
Karya:
* Sebuah Oase dalam Pembelajaran, Penerbit Liberty Press Yogyakarta 2010
* Novel Anak Berkarakter Bangsa berjudul Cinta Tiada Batas, Penerbit Liberty Press 2011
* Be Competent with English for SMA Grade X, Penerbit DNA Production 2012-2014
* SMS with SBT, Kumpulan Trik Jitu Pengajaran Bahasa Inggris Penerbit Liberty Press 2013
* Kumpulan Jurnal Penelitian ilmiah 2010 yang dimuat di Jurnal Etam Edu, Universitas Mulawarman
* Cerpen "Janji Suci di atas Pelangi" Penerbit Deepublish, Yogyakarta tahun 2014.
* Novel berjudul "The True Man From Heaven" (Suami dari Surga) sedang dalam proses penerbitan oleh Penerbit DeePublish Yogyakarta, dan akan segera rilis di awal bulan Juni tahun 2015 ini.
* Selain itu, Dayang Suriani beserta guru dan siswa SMAN 1 Balikpapan akan segera me-launching buku kumpulan karya seni seperti: Kumpulan Essay dan Puisi berbahasa Inggris berjudul My Thought and Expression, Penerbit Deepublish, Yogyakarta 2015.
* Buku Kumpulan Cerpen karya guru dan siswa SMAN 1 Balikpapan berjudul "Untaian Kasih, Merajut Asa" dan "Sepenggal Kisah" juga akan segera launching pada awal bulan Juni 2015 oleh Penerbit DeePublish Yogyakarta.
* Aktif menulis artikel tentang pendidikan yang dapat di akses di http://teachereducationalwriter.blogspot.com dan http://dayangswriting.blogspot.com. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/dayang_20150419_183649.jpg)