Rabu, 3 Juni 2026

Inilah Perbedaan Angin Tornado dan Puting Beliung

Puting beliung terbentuk dari satu atau sebagian kecil awan CB. Sedangkan Tornado terbentuk dari puluhan awan CB.

Tayang:
umtsd.org/channel4.com/texasstormclaims.com
Aneka kejadian puting beliung atau tornado di Amerika Serikat. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Masih ada juga orang yang berfikir puting beliung dan tornado itu sama, hanya berbebeda dari penyebutan daerah saja.

Meskipun kedua fenomena alam tersebut terbentuk dari awan Comolunimbus (CB), namun pusaran angin yang timbul memiliki ciri dan karakter yang berbeda.

Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan, Abdul Haris menjelaskan, apa perbedaan kedua angin tersebut.

Puting beliung terbentuk dari satu atau sebagian kecil awan CB. Sedangkan Tornado terbentuk dari puluhan awan CB.

BACA juga: Awas, Tornado Menerjang Aceh, Jawa, Kalimantan hingga Maluku

Ditinjau dari waktu pembentukanya dan lama bertahannya juga berbeda.

Atap kerangka baja ringan TK TPA Ibnu Thaha, Tanah Grogot, Paser, yang runtuh akibat diterpa angin puting beliung beberapa waktu lalu. (TRIBUNKALTIM/SARASSANI)

Waktu pembentukan puting beliung relatif singkat dan lama terjadinya juga relatif singkat, hanya beberapa menit saja. Sedangkan tornado proses pembentukannya lama, bisa mencapai dua tiga hari bahkan juga bisa lebih. Tornado berlangsung bisa mencapai seminggu.

"Kita buat analisa puting beliung bisa berjam-jam. Keburu puting beliungnya selesai. Sedangkan tornado prosesnya lama, jadi bisa diprediksi kapan dan dimana terjadi tornado" ujar Abdul Haris.

Dilihat dari lokasinya, tornado hanya terjadi di beberapa tempat saja, contohnya Amerika. Karena tornado hanya terjadi dihamparan luas. Puting beliung bisa terjadi di mana saja.

BACA juga: Jumiati Trauma setelah Lihat Atap Terbang

"Saya rasa tornado tidak mungkin terjadi di Indonesia karena di sini banyak gunung dan perbukitan. Berbeda di Amerika, di sana kan ada hamparan yang sangat luas," katanya.

Karena puting beliung sulit dipredeksi, sehingga tidak bisa melakukan antisipasi terhadap bencana alam itu. Berbeda dengan tornado. Karena tornado terjadi setelah melalui berbagai proses, jadi bisa diprediksi kapan terjadinya. Sehingga bisa dilakukan antisipasi.

Lebih lanjut, Haris mengatakan, salah satu tujuan warga Amerika membuat basement adalah untuk mengantisipasi jika terjadi tornado.

"Salah satu kearifan lokal warga Amerika itu nembuat basement untuk berlindung dari tornado," katanya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved