Rabu, 3 Juni 2026

Berita Kaltim Terkini

Jalan Poros di 3 Daerah Kaltim Diperbaiki, Pengendara Diminta Waspada Pekerjaan Aspal

Akses logistik yang menghubungkan 3 daerah di Kalimantan Timur yakni Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Barat

Tayang:
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
HO/BBPJN Kaltim
PENINGKATAN KUALITAS JALAN - Ilustrasi Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) melalui PPK 1.6 memastikan proyek peningkatan kualitas jalan yang menghubungkan Kota Bangun, Muara Leka, hingga Muara Muntai di Kabupaten Kutai Kartanegara tetap berjalan di bawah pengawasan ketat, Rabu (20/5/2026). (HO/BBPJN KALTIM) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Akses logistik yang menghubungkan 3 daerah di Kalimantan Timur yakni Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, hingga Kabupaten Kutai Barat kini menjadi perhatian serius.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur terus memacu proyek preservasi pada ruas jalan poros Kota Bangun–Muara Leka–Muara Muntai.

Langkah ini dilakukan demi menjamin kemantapan jalur distribusi barang dan keselamatan pengendara di lapangan.

Di lokasi sendiri, sejumlah alat berat dan personel dikerahkan untuk menutup titik-titik kerusakan yang selama ini membayangi para sopir logistik dan masyarakat setempat.

Baca juga: Kukar Bangun Jalan Baru ke Kutim Tanpa APBD, Libatkan Lima Perusahaan

Pelaksana proyek, Tommy, menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan percepatan penanganan, terutama pada titik-titik krusial yang mengalami kerusakan permukaan.

"Fokus kami saat ini adalah pembersihan lubang atau patching di sepanjang ruas tersebut. Ini langkah krusial untuk meminimalisir risiko kecelakaan, mengingat jalur ini adalah urat nadi logistik," ujar Tommy, Selasa (2/6/2026) kepada TribunKaltim.co melaporkan terkait perkembangan pemeliharaan jalan.

Tommy menjelaskan bahwa perbaikan ini tidak sekadar menambal sulam. 

Pihaknya menerapkan standar rehabilitasi jalan yang ketat menggunakan material aspal berkualitas, yakni AC-BC dan AC-WC.

Penggunaan material ini dimaksudkan agar jalan memiliki daya cengkram yang baik (skid resistance) sehingga kendaraan tidak licin saat melintas, terutama di cuaca ekstrim.

"Kami ingin lapisan ini kedap air agar umur rencana jalan bisa bertahan lebih lama. Dengan beban kendaraan yang tinggi setiap hari, kualitas aspal harus benar-benar terjaga," jelasnya.

Tak hanya soal aspal, bahu jalan beton (rabat beton) dan drainase di sisi kiri dan kanan jalan juga menjadi target pekerjaan. 

Tommy menyadari bahwa musuh utama jalan adalah air.

Oleh karena itu, elevasi jalan harus sesuai standar dan desain yang sudah disetujui bersama serta pembangunan saluran air dengan pasangan batu mortar terus dikebut agar air tidak meluap ke badan jalan saat hujan deras.

Baca juga: Viral Pengendara Motor Terobos Jalan Baru Dicor di Bontang, Pekerja Kesal

Selain itu, sektor jembatan di area SP2 juga masuk dalam daftar pemeliharaan berkala agar konektivitas wilayah tetap stabil.

Mengingat banyaknya aktivitas alat berat dan tumpukan material di jalur tersebut, Tommy mengimbau para pengguna jalan untuk lebih waspada dan bersabar.

"Kami minta pengendara berhati-hati dan patuhi rambu-rambu yang ada di area proyek," katanya.

"Semua ini kami lakukan agar nantinya arus transportasi logistik maupun mobilitas warga di Kukar hingga Kubar bisa lebih lancar, aman, dan nyaman," tandas Tommy. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved