Senin, 13 April 2026

Anzac Day

Masih Berdiri Tegak Meriam Bekas Penjajahan Jepang di Tanjung Batu

Puluhan warga Australia, para veteran Indonesia dan tak ketinggalan perwakilan Duta besar Australia, berikut pejabat militer Indonesia

TRIBUN KALTIM / RUDY FIRMANTO
Bekas meriam peninggalan penjajahan jepang yang masih tersisa di kawasan Tanjung Batu Balikapapan Barat, Sabtu (25/4/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Peringatan Australian and New Zealand Army Corps (ANZAC) Day di Monumen Tank Mathilda, Pasir Ridge Balikpapan Sabtu (25/4/2015) bertepatan dengan peringatan 100 tahun usai Perang Dunia I dan 70 tahun Perang Dunia II.

Puluhan warga Australia, para veteran Indonesia dan tak ketinggalan perwakilan Duta besar Australia, berikut pejabat militer Indonesia turut serta hadir peringatan yang rutin dilakukan setiap tahunnya.

Ketua Panitia Anzac Day, Russell Wood mengatakan acara ini bertujuan untuk mengenang jasa para tentara Australia dan New Zealand yang gugur berperang dengan Jepang untuk memperebutkan pulau kalimantan.

"Sebanyak 229 tentara Australia dan New Zealand gugur dalam memperebutkan pulau ini (Kalimantan) atas pendudukan Jepang, sekaligus dengan acara ini bisa mengajarkan sejarah kepada generasi muda Australia tentang jejak-jejak masa lalu, selain itu peringatan Anzac Day tahun ini bertepatan dengan 100 tahun berakhirnya perang Dunia I dan 70 tahun Perang Dunia II," kata Russel.

Perwakilan Pejabat Militer Indonesia memberikan karangan bunga pada peringatan Anzac Day di Monument Tank Mathilda Pasir Rig Balikpapan, Sabtu (25/4/2015).

Setelah upacara para undangan diajak untuk menikmati sarapan di salah satu hotel berbintang di Balikpapan Kota. (Baca juga: Alhamdulillah, Indonesia Aman Dari Terjangan Tornado)

Sehabis bersantap pagi para undangan diajak menyebrang ke Daerah Tanjung Batu masih dalam daerah Kota Balikpapan.

Di Lokasi tersebut terdapat dua buah meriam peninggalan penjajahan Jepang dalam ukuran besar yang masih berdiri tegak di atas bukit walaupun kondisinya tak terawat dan berkarat.

Karena tempat ini masih masuk dalam kawasan perusahaan minyak dan gas, jadi tidak bisa sembarang orang bisa mendatangi lokasi tersebut. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved