Minggu, 26 April 2026

Kebakaran di SMPN 2 Samarinda

SMP Negeri 2 Samarinda Dibangun Ulang Pasca Kebakaran, Ditarget Dipakai Tahun Ajaran Baru

Pemkot Samarinda mempercepat rehabilitasi SMPN 2 pascakebakaran dengan target dapat kembali digunakan pada tahun ajaran baru.

TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
PERCEPAT REHABILITASI SEKOLAH - Kondisi bangunan SMP Negeri 2 Samarinda pasca kebakaran yang menghanguskan sejumlah ruang kelas. Pemerintah menargetkan percepatan rehabilitasi dengan mengutamakan aspek keselamatan agar sekolah dapat kembali digunakan pada tahun ajaran baru, (Senin 13/4/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 

Ringkasan Berita:
  • Delapan ruang kelas SMP Negeri 2 Samarinda terbakar dengan tingkat kerusakan mencapai 60,58 persen, namun struktur bangunan dinilai masih aman direhabilitasi.
  • Disdikbud Samarinda menargetkan proses perbaikan rampung dalam 3–4 bulan agar sekolah bisa digunakan kembali sekitar Agustus–September 2026.
  • Selama masa perbaikan, KBM tetap berjalan di dalam sekolah dengan penyesuaian ruang dan opsi pembelajaran hybrid.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menargetkan percepatan rehabilitasi SMP Negeri 2 Samarinda pasca kebakaran agar dapat kembali digunakan pada tahun ajaran baru.

Fokus utama diarahkan pada aspek keselamatan bangunan, efisiensi anggaran, serta keberlanjutan kegiatan belajar mengajar (KBM) selama proses perbaikan berlangsung.

Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SMP Disdikbud Samarinda, Muhammad Syafei, mengungkapkan bahwa upaya perbaikan sebenarnya telah direncanakan jauh sebelum kejadian melalui program revitalisasi.

“Sudah pernah diajukan baik lewat bankeu, revitalisasi, totalnya hampir Rp 32 miliar. Ya yang 8 kelas yang terbakar ini,” ujarnya kepada TribunKaltim.co, Selasa (14/4/2026).

Baca juga: Respons Walikota Andi Harun Usai SMP Negeri 2 Samarinda Terbakar: KBM Harus Tetap Jalan

Dalam peristiwa kebakaran tersebut, sebanyak delapan ruang kelas terdampak, terdiri dari empat ruang di lantai atas dan empat ruang di lantai bawah.

Hasil kajian awal menunjukkan tingkat kerusakan mencapai 60,58 persen dengan kategori rusak sedang hingga berat.

Namun, struktur utama bangunan dinilai masih aman sehingga memungkinkan dilakukan rehabilitasi, bukan pembangunan ulang total.

“Sekitar 60,58 persen rusak, kategori rusak sedang-berat. Saya meyakini rusak sedang karena tidak ada perubahan struktur di bawahnya,” jelasnya.

Baca juga: Walikota Samarinda Andi Harun Tinjau SMPN 2 Samarinda Pasca-kebakaran, Pemkot Analisis Kelayakannya

Untuk memastikan kelayakan tersebut, Disdikbud Samarinda melakukan uji teknis melalui hammer test pada 14 titik, dengan hasil rata-rata kekuatan beton masih berada di atas standar minimal.

Dengan dasar tersebut, Disdikbud Samarinda menargetkan proses lelang dapat segera dilakukan setelah seluruh dokumen dan kajian disetujui.

“Estimasi lelang paling cepat 14 hari, tetapi secara normal dengan administrasi kemungkinan 25 hari, kita berharap selama itu sudah ada pihak penyedianya, dilakukan pembersihan,” katanya.

Dari sisi anggaran, Disdikbud Samarinda melakukan penyesuaian signifikan dari usulan awal Rp2,7 miliar menjadi Rp1,84 miliar untuk pekerjaan fisik, termasuk Rp 100 juta untuk biaya pengawasan dengan mempertimbangkan efisiensi sekaligus peningkatan standar keamanan dan kenyamanan.

Meski belum termasuk pengadaan mebel dan fasilitas penunjang lainnya, Disdikbud Samarinda optimistis seluruh kebutuhan dapat dipenuhi secara bertahap hingga bangunan siap digunakan kembali.

Baca juga: Detik-Detik Kebakaran SMPN 2 Samarinda, Api Bermula dari Lantai Dua

“Kami meyakani itu secara bertahap akan terpenuhi sampai dengan target bisa digunakan di tahun ajaran baru. Kemungkinan dengan pekerjaan 3-4 bulan mungkin di Agustus/September bisa digunakan lagi,” ujarnya.

Sementara itu, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan penyesuaian pemanfaatan ruang di dalam sekolah tanpa memindahkan siswa ke luar lokasi.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved