Jumat, 10 April 2026

Kesehatan

Wanita yang Pernah Hubungan Suami-Istri Wajib Tes Papsmear, Mengapa?

Kanker leher rahim atau kanker serviks merupakan kanker terganas nomor dua yang menyerang kaum perempuan, setelah kanker payudara.

kankerleherrahim.com
ILUSTRASI KANKER LEHER RAHIM 

TRIBUNKALTIM.CO - Kanker leher rahim atau kanker serviks merupakan kanker terganas nomor dua yang menyerang kaum perempuan, setelah kanker payudara.

Di Indonesia, prevalensi kasus kanker serviks cukup tinggi. Berdasarkan data dari Globocan 2008, ditemukan 20 kasus kematian akibat kanker serviks setiap harinya. Penyakit ini juga menjadi penyebab kematian nomor tujuh di Indonesia.

Kanker serviks disebabkan Human Papilloma Virus (HPV) yang menyerang leher rahim, dan membutuhkan proses yang panjang antara 3-20 tahun untuk menjadi sebuah kanker.

 ILUSTRASI KANKER LEHER RAHIM (kankerleherrahim.com)
 

Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek, mengatakan penyebaran virus ini terjadi melalui hubungan seksual sehingga bila seseorang sudah pernah melakukan hubungan intim, ia menyarankan untuk rutin melakukan skrining IVA atau tes Papsmear. Pap smear adalah sebuah langkah pengujian medis untuk mendeteksi ada tidaknya gangguan pada leher rahim, biasa berkaitan perihal kanker serviks.

(Baca juga: 10 Perubahan Fisik Wanita Akibat Gejala Kanker

Dokter Daisy Tumedia SpPA atau ahli Patologi Anatomi di Rumah Sakit (RS) Restu Ibu Balikpapan, Kalimantan Timur, menjelaskan deteksi dini dilakukan dengan mengambil sampel cairan sel di dalam mulut rahim.

"Jadi, wanita yang pernah melakukan hubungan seksual wajib tes pap smear. Supaya tahu, apakah ada gejala pra kanker rahim wanita atau nggak-nya," ujar Daisy kepada TribunKaltim.co.

Adapun ciri-ciri gejala kanker rahim, kata dia, antara lain ditandai terjadinya pendarahan terus-menerus pada organ vital si istri, setelah melakukan hubungan seksual.

Baca Juga: Ira Wibowo Duta Kampanye Kanker Serviks, Penyakit Mematikan)
 
Artis senior, Ira Wibowo, duta kampanye kanker leher rahim (TRIBUNKALTIM.CO/Jino Prayudi Kartono)
 

"Kalau wanita terus-terusan terjadi pendarahan, itu gejala awal adanya kanker rahim," ungkapnya.

Sebelum melakukan pap smear, sambung Daisy, wanita dengan persyaratan telah melakukan hubungan seksual atau melahirkan, terlebih dahulu melakukan tes Inspeksi Visual Asam (IVA).

Tes IVA dilakukan dengan mengolesi leher rahim dengan asam asetat. Melihat jika terjadi perubahan pada sel-sel rahim. "Jadi, sebelum pap smear, mereka bisa tes IVA. Setelah itu pap smear, kemudian dibiopsi," katanya.

Virus HPV pada rahim, berkembang sejak usia 3-15 tahun. Pemeriksaan pap smear bisa dilakukan, apabila wanita telah memiliki hubungan 3-5 tahun. (Baca Juga: Ira Wibowo Kampanye Kanker Serviks)

Namun, tidak dapat dipungkiri, banyak wanita yang tidak menikah atau diusia muda telah melakukan hubungan seksual. Sejak melakukan hubungan tersebut, segera diperiksakan.

"Kebanyakan usia muda sekitar 17-20 tahun ke atas. Kalau sudah kumpul tiga sampai lima tahun itu harus cepat diperiksa agar bisa dicegah sebelum terlambat. Terkadang, wanita yang tidak menikah malu-malu untuk melakukan pap smear," katanya.

Terutama bagi wanita perokok, lanjut Daisy, bisa juga terkena kanker rahim disebabkan asap rokok. "Bagi yang merokok bisa juga gara-gara asapnya kena kanker rahim," ungkapnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved