Energi
Indonesia Baru 10 Persen Gunakan Energi Baru Terbarukan
Tingginya angka konsumsi energi yang berasal dari fosil membuat energi tersebut diprediksi akan habis dalam 15 tahun ke depan.
Penulis: Christoper Desmawangga |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tingginya angka konsumsi energi yang berasal dari fosil membuat energi tersebut diprediksi akan habis dalam 15 tahun ke depan.
Hal tersebut diungkapkan Pengamat Energi Indonesia Marwan Batubara dalam acara Pertamina Goes to Campus yang diselenggarakan di GOR 27 September Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Kalimantan Timur, di depan ratusan mahasiswa.
Dalam pemaparannya, dia menyebutkan jika saat ini terdapat sebesar 90 persen penggunaan bahan energi yang berasal dari fosil, diantaranya minyak, gas, dan batu bara.
Baca: Unmul jadi Pusat Unggulan Iptek Energi Terbarukan
"Hanya sekitar 10 persen yang menggunakan energi baru dan terbarukan (EBT). Energi ini dapat menjadi solusi dengan semakin menipisnya pasokan energi fosil kita," ucap Marwan, Senin (4/5/2015).
Diperkirakan energi minyak akan habis dalam jangka waktu 12-15 tahun, gas akan habis dalam jangka waktu 40-50 tahun dan batu bara akan habis dalam jangka waktu 60-70 tahun.
"Namun langkah untuk mengembangkan EBT ini berjalan stagnan, padahal EBT ini marupakan solusi untuk menanggulangi semakin menipisnya energi berasal dari fosil," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pertamina-goes-to-campus_20150504_140148.jpg)