Selasa, 28 April 2026

Orang Misterius Buang Puluhan Buku Al-Quran ke Sungai

“Sampai akhirnya, Selasa (5/5/2015) pagi, untuk ketiga kalinya warga kembali menemukan Al-Quran di sungai.

Penulis: Junisah |
TRIBUN KALTIM / JUNISAH
Wakil Ketua MUI Kota Tarakan Syamsi Sarman dan Ketua FKUB Kota Tarakan Zainuddin Dalila memperlihatkan Al Quran yang ditemukan warga di sungai. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Puluhan mushaf Al-Quran yang disinyalir milik sejumlah masjid di Tarakan ditemukan berserakan di sungai yang melintas di jalan Hasanuddin 1 dan Hasanuddin 2, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kota Tarakan. Sejumlah warga melihat seseorang yang dengan sengaja membuangnya.

Takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, warga melapor ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tarakan yang selanjutnya diteruskan ke Polres Tarakan, Selasa (5/5/2015).

Berdasarkan keterangan warga sekitar, mushaf Al-Quran ini memang dibuang dengan sengaja oleh seseorang yang telah diketahui identitasnya.

Warga yang melihat kejadian itu mencoba mengejar pelaku pembuang mushaf Al-Quran, namun pelaku berhasil melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor. Mushaf adalah kumpulan wahyu Al-Quran dalam bentuk catatan tertulis.

 Baca juga: MUI Kota Tarakan Mengutuk Keras Aksi Pembuangan Alquran di Sungai

 
SURYA.co.id/Anas Miftakhudin
Dua anggota jamaah istighotsah Anang menunjukkan Al Quran harum di Desa Glagah Arum, Porong, Sidoarjo, Senin (12/1/2015).

Baca juga: Ini Perbedaan Mendidik Anak Saleh dan Salah


H Syahar, salah satu warga sekitar mengungkapkan, aksi pembuangan mushaf ini sebenarnya telah terjadi sejak sebulan yang lalu. Saat itu warga hanya mengira mushaf ini hanyut karena banjir atau kiriman barang yang terjatuh ke laut. Karena itu warga kemudian memungutnya dan disimpan di rumah masing-masing .

Beberapa minggu kemudian, warga untuk kedua kalinya menemukan lagi mushaf Al-Quran di sungai. Melihat hal ini warga sudah mulai curiga, jika ada oknum yang sengaja membuangnya. Warga kembali memungut mushaf ini untuk disimpan di rumah .

“Sampai akhirnya, Selasa (5/5/2015) pagi, untuk ketiga kalinya warga kembali menemukan Al-Quran di sungai. Nah ketiga kali ini baru warga baru berani melaporkan hal ini kepada MUI dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tarakan tarakan ,” ungkap Syahar.

 Baca juga: Anak Penghafal Alquran yang Masih Cinta Ibunya Seorang Pendeta

 Hal yang sama diungkapkan Riswan, salah satu pekerja pembibitan udang yang berada di pinggir sungai itu. Dirinyalah yang pertama kali menemukan Al-Quran hanyut terbawa sungai sekitar pukul 5 sore, saat duduk di jembatan penyebrangan di atas sungai.

Meski sedikit heran, namun Riswan berinisiatif untuk memungut Al-Quran itu dibantu warga lainnya, karena melihat kondisinya masing sangat bagus.

Namun beberapa minggu kemudian, dirinya kembali menemukan mushaf berserakan di sungai. Riswan kembali memungutnya. Bahkan Riswan juga sempat melihat seseorang menggunakan sepeda motor dengan menggunakan tas ransel membuang sesuatu di sungai tersebut.

“Namun karena orang itu melihat saya, makanya orang-orang itu buru-buru pergi. Setelah saya datangi di sungai, ternyata yang telah dibuangnya adalah Al-quran. kalau saya ketemu orang itu, masih ingat jelas ciri-ciri orang tersebut,” ucapnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved