Berita Video
VIDEO – Bukan Musyrik, Sentuh Giok Ini Tubuh 85 Kg Pun Terasa Ringan
Namanya batu Giok Ion Gravitasi. Saat batu ini direndam lalu mencuci tangan dengan batu tersebut, diperkirakan mendapatkan energi tersendiri
Penulis: Martinus Wikan | Editor: Martinus Wikan
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Fenomena batu akik, ternyata masih menjadi idola di Indonesi.
Nah batu akik yang satu ini, boleh percaya atau tidak, dapat mengangkat manusia dengan dua jari.
Namanya batu Giok Ion Gravitasi, atau kalau di Sulawesi namanya batu giok Sulawesi.
TribunKaltim/M WIKAN H
Batu giok ion bravitasi milik Habibi, warga Balikpapan, Kalimantan Timur.
Batu ini memiliki warna kehijau-hijauan, layaknya batu giok pada umumnya.
Habibi yang empunya batu ini mengaku bahwa batu ini memiliki kekuatan alami atau ion kekuatan yang diberi nama Ion Gravitasi.
Ini bukan perbuatan musyrik. Tapi memang nyata adanya.
(Simak juga: Wow, Batu Akik Asal Nias Ini Dibanderol Rp 15 Miliar)
TribunKaltim/M WIKAN H
Membasuh tangan dengan air rendama batu giok ion gravitasi, sebelum mengangkat tubuh manusia lebih ringan.
Saat batu ini direndam di air lalu mencuci tangan dengan batu tersebut, maka diperkirakan mendapatkan energi tersendiri.

Setelah itu, mencoba untuk mengangkat beban berupa mahluk hidup yang berat.
Seperti yang di lakukan Habibi, pemilik batu giok ion gravitasi ini.
Stop Press: Update Berita Eksklusif, Unik dan Menarik secara real time. Gratis kok… Cukup likes Facebook TribunKaltim.co atau follow twitter @tribunkaltim.co
Batu giok milik Habibi ini direndam dalam baskom yang berisi air, lalu empat orang mencuci tangan mereka dengan batu giok ion gravitasi.
Setelah itu, keempat orang tersebut mencoba mengangkat seorang rekan lainnya dengan berat sekitar 85 kg.
Keempat orang tersebut hanya dengan menggunakan dua jari telunjuk mampu mengangkat rekan mereka dengan mudah.
(Simak juga: Batu Akik Paling Diburu: Red Borneo, Ruby dan Blue Sapphire)
“Ditemukannya sudah lama, sebelum booming batu ini sudah ada. Pas lagi boomingnya, teman ada ngirim batu ini, dia bilang ini batu ada kelebihan, saya tanya bukan magic kah, dia bilang bukan. Dia bilang batu ini memang batu ini ada unsur gravitasinya,” kata Habibi, warga Gang Sahabat RT 46 No 39, Perumnas, Balikpapan Barat, Kalimantan Timur.
“Saya tanya banyak atau sedikit, kalau mau satu gunung ada dia bilang, batu ini memang ada di Sulawesi di daerah pedalaman. Setelah saya tes, ternyata memang benar, semua potongannya hasilnya sama,” lanjutnya.
Batu tersebut memiliki nama Giok Sulawesi, namun Habibi menyebutnya dengan nama Batu Giok Ion Gravitasi.
**
Batu Akik Paling Diburu: Red Borneo, Ruby dan Blue Sapphire
Pemburu batu ini tidak hanya dari Indonesia, tapi bahkan dari luar negeri. Yasir, warga Kuala Lumpur, Malaysia, sengaja datang ke Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan, Kalimantan Timur hanya untuk membeli batu akik.
"Saya mau cari Red Borneo, tapi masih pilih-pilih. Cari yang terbaik," ujarnya saat bersantai di mushola Pasar Kebun Sayur saat berjumpa dengan TribunKaltim.co.
Yasir memborong 15 batu Red Borneo ukuran bervariasi yang dibelinya dari beberapa toko di Pasar Inpres. Uang yang ia habiskan lebih dari Rp 15 juta. "Kalau di Jakarta juga ada, tapi harga bisa dua kali lipat. Lebih mahal," kata Yasir.
Red Borneo adalah batu asli Kalimantan. Beberapa kalangan menyebut batu ini adalah Ruby Kalimantan. Batu ini adalah batu solid yang memiliki kandungan rodocrosite, memiliki tekstur yang sangat unik, serta memiliki tekstur warna hitam dan terkadang ada tekstur berwarna krem muda yang sangat tipis pada permukaan batu. (Baca juga: Pengusaha Malaysia Buru Red Borneo Berharga Rp 1 Miliar)
Saat ini Red Borneo sangat diburu oleh pencinta batu mulia. Apalagi baru-baru ini Red Borneo berhasil menjuarai kontes batu nasional di Jakarta.
Menurut H Mahmud, pemilik toko Green Sapphire di Pasar Inpres Balikpapan, Red Borneo juara ditaksir seharga Rp 1 miliar. Mahmud juga memiliki Red Borneo yang dijual Rp 10 juta. "Dulu memang murah, tapi karena sekarang lagi tren dan menjuarai kontes, harganya jadi ratusan kali lipat," katanya.
Tidak hanya turis asing, tapi banyak juga warga dari luar kota yang datang ke Pasar Inpres untuk berburu batu mulia. Misalnya saja Satria, warga Kota Bandung yang datang bersama istri dan putranya, Jumat (20/2). Sore itu Satria tengah asyik memilih batu Jamrud Kalimantan di toko Sofa Aliya miik Jafar. (Baca juga: Inilah Pasar Tradisonal Penjual Permata Terbesar) (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/batu-giok-ion-gravitasi-mampu-mengangkat-orang_20150507_194614.jpg)
