Minggu, 10 Mei 2026

Film

Cannes Bahas Kurangnya Pembuat Film Perempuan

Telah lama dikritik karena kurang menampilkan sutradara-sutradara perempuan, Festival Film Cannes tahun ini dibuka dengan film buatan perempuan.

Tayang:
AP/Thibault Camus
Para anggota juri, dari kiri ke kanan: Panos H. Koutras, Nadine Labaki, Isabella Rossellini, Tahar Rahim dan Haifaa Al-Mansour di Cannes, Perancis selatan, Kamis (14/5/2015). 

Bercot mengatakan ia tidak mengira filmnya akan dipilih untuk membuka Cannes karena ia perempuan, dan ia bersikeras pembuat film perempuan sedang mengejar ketinggalan dari para pria.

“Tidak dapat dikatakan bahwa kita menderita bentuk diskriminasi apa pun (di Perancis)," ujarnya pada wartawan.

"Situasi bekerja dan berkembang pada arah yang benar. Kita harus mengejar ketinggalan dengan 50 tahun sejarah, kita perempuan sebagai sutradara."

Di layar, perempuan selalu menonjol meski tidak selalu menjadi protagonis utama dalam film-film arus utama.

Claudie Ossard, produser Perancis untuk film "Betty Blue" dan "Amelie," mengatakan Kamis bahwa film ketinggalan dari televisi, tempat film-film seperti "The Killing," "Borgen" dan "Homeland" memiliki protagonis-protagonis perempuan berkarakter kompleks.

Namun aktris Bollywood, Katrina Kaif, mengatakan ia telah melihat perubahan-perubahan dalam cara sinema India menggambarkan perempuan.

"Ada pergeseran besar," ujarnya. "Ada banyak film dengan karakter perempuan yang sangat kuat, banyak film yang sukses dengan protagonis perempuan yang memiliki kepribadian sangat kuat, pikiran yang mandiri." (*)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved