Malinau Persiapkan Lima Kecamatan Untuk Bangun Menara
Sedikitnya terdapat lima kecamatan perbatasan yang sudah direncanakan, yakni Kayan Hulu, Kayan Hilir, Long Nawang, Sungi Boh dan Bahau Hulu.
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (pemkab) Malinau menyatakan komitmennya menyiapkan lahan bagi pembangunan menara telekomunikasi di wilayahnya, khususnya di beberapa wilayah yang masuk zona perbatasan.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Adri Patton bahkan menyatakan, kabupaten pemekaran dari Bulungan tersebut tak mempersoalkan seberapa banyak anggaran yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan.
“Pada prinsipnya kami siap. Selama kegiatan itu untuk kesejahteraan masyarakat, seberapa besar pun dana dan pembebasan lahan kami akan siapkan untuk mendukung itu. Jadi untuk masalah lahan, itu bukan masalah. Malianu siap untuk menempatkan (persiapkan) itu,” jelas Adri saat menghadiri perayaan syukuran pemung bangen lepa ajau di Desa Teras Nawang, Bulungan, Kamis (21/5/2015) pekan kemarin. (Baca juga: Ruang Kerjanya Sederhana, Pj Gubernur Ini Bilang Oke Saja )
Meski belum menerima surat permintaan resmi dari Pemprov Kaltara terkait penyiapan lahan, Malinau imbuh Adri sudah merencanakan jauh hari beberapa titik pendirian menara.
Sedikitnya terdapat lima kecamatan perbatasan yang sudah direncanakan, yakni Kayan Hulu, Kayan Hilir, Long Nawang, Sungi Boh dan Bahau Hulu.
Selanjutnya, lokasi mendirikan menara akan secepatnya dilakukan pendataan.
“Sebetulnya di semua daerah itu sudah terkoneksi. Tetapi memang masih butuh penguatan jaringan telekomunikasi. Hanya saja nanti tinggal bagaimana lagi kami melakukan pendataan di tempat-tempat yang blank spot,” tutur pria bergelar Profesor Doktor tersebut. (Baca juga: Anak Ini Histeris dan Kabur saat Namanya Dipanggil untuk Disunat )
Pemkab Malinau sambungnya menaruh apresiasi terhadap Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang telah komitmen membangun perbatasan khususnya dari sektor telekomunikasi.
Kata Adri, program tersebut sangat sesuai dengan nawacita Presiden Joko Widodo dalam membangun daerah dari pinggiran.
“Program itu juga tentu sangat sejalan dengan program Gaerdema (gerakan desa membangun) di Malinau. Kami tentu sangat berterima kasih kepada Kemenkominfo yang sudah komitmen dan konsisten hendak menjadikan perbatasan sesuai apa yang dicitakan Presiden Jokowi,” tandasnya.
Perlu diketahui, pembangunan menara telekomunikasi di wilayah perbatasan Kalimantan akan dilaksanakan di awal tahun 2016.
Penjabat Gubernur Kaltara Triyono Budi Sasongko sebelumnya menyatakan, di tahun ini pemkab diminta untuk menyiapkan lahan pendirian menara. (Baca juga: Peserta Sunatan Massal Sudah Antre Sejak Pagi )
Kaltara sendiri bakal mendirikan sebanyak 40 tower yang tersebar di berbagai desa yang melingkupi dua kabupaten, Malinau dan Nunukan.
Pembangunan menara telekomunikasi tersebut bagian dari kerjasama antara Kemenkominfo, RRI, TVRI, dan pemerintah daerah untuk memberikan layanan komunikasi dan informasi kepada masyarakat perbatasan.
“Tentu juga kerjasama dengan provider. Ini usaha pemerintah untuk menjawab kebutuhan sarana telekomunikasi bagi masyarakat kita di perbatasan yang selama ini sangat tergantung dari Malaysia,” sebutnya.
Selain Kaltara, Kaltim dan Kalbar juga akan kebagian pendirian menara.
Tiga provinsi tersebut akan mendirikan menara sebanyak 120 unit, dengan target rampung pendirian pertengahan tahun 2016 mendatang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/malinau_adri-patton_20150524_185253.jpg)