News Analysis

Penetapan Biaya Tinggi untuk Sekolah Internasional Sah-sah Saja

Penetapan tarif tinggi bagi sekolah swasta internasional maupun nasional di Kota Balikpapan harus dilihat menyeluruh terlebih dahulu.

Penetapan Biaya Tinggi untuk Sekolah Internasional Sah-sah Saja
TRIBUN KALTIM/DOK
Subijanto 

Subjianto
Ketua Dewan Pendidikan Kota Balikpapan

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN -  Penetapan tarif tinggi bagi sekolah swasta internasional maupun nasional di Kota Balikpapan harus dilihat menyeluruh terlebih dahulu.

Sekolah dibagi dalam dua bentuk, pertama sekolah di bawah naungan pemerintah dan sekolah milik perorangan atau masyarakat.

Sepanjang mereka (sekolah) tidak menerima bantuan operasional sekolah (BOS) dari pemerintah, maka sah-sah saja mengambil dana dari orangtua murid. Dalam hal ini pemerintah juga tidak bisa membatasi, karena mereka menjual produk yaitu pendidikan sehingga tidak ada acuan yang melarang, kecuali mereka menerima BOS, konsekuensinya harus tunduk menuruti rambu-rambu pemerintah.

Masalah pungutan biaya tinggi kepada orangtua tidak ada masalah, apalagi dikaitkan dengan otonomi sekolah yang hidup dari dana yang masuk tersebut. Tetapi semua sekolah negeri maupun swasta harus dalam pengawasan pemerintah, jangan sampai merugikan masyarakat.

Kedua mengenai sekolah ini menjadi hak pilihan masyarakat dalam memilih sekolah. Sebab hal seperti ini tidak bisa dikebiri oleh pemerintah, misalnya masyarakat mau masuk ke dalam lembaga A dengan konsekuensi harus membayar lebih. Hal itu termasuk hak mereka, tidak boleh ada yang melarang.

Jika nantinya hal ini merugikan atau tidak, menjadi tugas pemerintah. Repotnya pendidikan di negara kita ini karena izin operasional sekolah menjadi kewenangan kementerian, sehingga pemerintah daerah tidak bisa mengintervensi, harus koordinasi terlebih dahulu.

Mudah-mudahan saja tidak ada yang sampai merugikan masyarakat mengenai adanya sekolah ini. Jika ada masalah pasti ada laporannya yang masuk ke kita, selanjutnya dinas pendidikan akan koordinasi dengan kementerian. Imbauan saya, yang menerapkan status internasional tidak mengedepankan sikap arogan atau membesarkan ego, tetapi karena mereka domisili di Balikpapan maka sebaiknya mereka menghargai pemerintah daerah dengan menjadi mitra untuk saling berkontribusi dalam pendidikan.

Baca: Luar Biasa, Masuk ke Sekolah Dasar Ini Orangtua Rogoh Kocek Rp 1 Miliar

Dewan pendidikan selama ini belum pernah menerima kunjungan atau berkunjung ke sekolah-sekolah tersebut.

Sepertinya pihak sekolah tidak ada sosialisasi, sehingga pihak di luar pun tidak tahu mengenai keberadaan mereka.

Tetapi selama ini memang belum ada laporan dari orangtua atau masyarakat mengenai pelanggaran sekolah, jadi saya anggap masih berjalan dengan baik.

Kita berharap sekolah internasional yang ada di Balikpapan menggunakan kurikulum internasional, tapi harus ingat batasannya karena lokasinya di Indonesia. Jadi harus menyesuaikan dengan yang ada di sini.

Jika sekolah internasional hanya melayani ekspatriat saja tidak masalah sepanjang tidak bertentangan dengan produk hukum. Namun bila mereka juga melayani warga negara kita, maka seharusnya mengadopsi beberapa bidang studi di negara kita, misalnya agama.

Selama sekolah sudah mengantongi izin dari kementerian, otomatis semua syarat-syarat yang diajukan pemerintah sudah dipenuhi oleh pihak sekolah. Semoga bisa turut memajukan pendidikan di Indonesia. (*)

Penulis: Rudy Firmanto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved