Pedagang Mengeluh Isu Beras Plastik Bikin Omzet Menurun
Sejumlah pelanggan beras di Pasar Kebayoran Lama menjadi lebih cerewet kepada para pedagang beras.
TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Sejumlah pelanggan beras di Pasar Kebayoran Lama menjadi lebih cerewet kepada para pedagang beras. Hal itu imbas isu beras plastik yang semakin mengkhawatirkan. Mereka harus sabar menjawab sejumlah pertanyaan para calon pembeli yang mampir.
Kohar, seorang pedagang mengungkapkan, konsumen resah meski telah berlangganan lama di pasar itu. "Gara-gara beras plastik, tiap yang mau beli datang selalu nanyain ini beras asli apa enggak. Belum lagi nanya-nanya ambil berasnya dari mana aja. Padahal mereka bukan sekali dua kali belanja di sini," ujar Kohar, Selasa (26/5/2015) siang.
Tidak hanya berimbas pada menurunnya kepercayaan pelanggan, isu beras plastik juga membuat omzet harian pedagang menjadi berkurang.
"Turun 30 persen, sekarang mungkin cuma Rp 10 juta sehari. Baru kali ini ada kasus kayak gini selama saya dagang. Padahal saya dari tahun '76, masa mau ngeracunin orang. Itu orang yang bikin jahat banget, orang bisa masuk ke rumah sakit," ujar Acok, pedagang beras yang berkios di lantai 2 Pasar Kebayoran Lama.
Baca: Asal-usul Beras Oplosan Plastik Sulit Dilacak
Menganggapi keluhan pedagang, Kasudin Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta Sri Hartati mengatakan tak ada beras plastik di kawasan Jakarta Selatan.
"Tidak benar itu, kita sudah melakukan pengecekan laboratorium pada beras yang diduga adalah beras plastik, tapi hasilnya menunjukkan beras itu normal, bukan seperti isu yang menyebut ada beras plastik di pasar sini," ujar Sri di Pasar Kebayoran Lama. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sidak-beras_20150526_163945.jpg)