Kamis, 9 April 2026

Berita Unik

Pria Ini Pamit Mati kepada Istri dan Tiga Putrinya

Jeffrey Spector seorang pengusaha Inggris pamit kepada istri dan anaknya, agar dia diizinkan mengakhiri hidupnya. Mengapa terjadi? Kisahnya disini.

mirror.co.uk
Jefrrey Spector (kanan berbaju putih) pamit kepada istri dan ketiga anaknya untuk mati bunuh diri, akibat kanker di tulang punggungnya. 

KELUARGA ini menyelenggarakan sebuah pesta kecil 'jamuan terakhir', 16 jam kemudian mereka bersama-sama datang ke sebuah klinik untuk membantu melaksanakan niat Jeffrey Spector melakukan bunuh diri. Dia meninggal dunia secara rasional.

Seperti ditulis dalam situs mirror.co.uk, pria itu adalah seorang pengusaha bernama Jeffrey Spector, 54, menyatakan melakukan tindakan itu karena tidak ingin menjadi beban orang-orang yang dicintai.

Dia memohon kepada istri dan anak-anak, memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Keputusan dia ambil setelah dokter memberitahu bahwa dirinya menderita kanker pada tulang punggungnya. Jeffrey Spector takut setiap saat ia bisa menjadi lumpuh dari leher ke bawah.

Sebelum ia mengambil keputusan mengakhiri hidupnya, dia mendatangi klinik bantuan bunuh diri Dignitas, dengan penuh keteguhan dan tegar dia mengatakan: "Saya akan mati sebelum waktunya, tetapi saya tidak takut. Saya percaya apa yang saya lakukan ini adalah yang terbaik untuk kepentingan jangka panjang keluarga saya."

"Mereka tidak setuju terhadap sikap saya ini, tapi mereka bisa menerima pendapat saya sendiri." katanya. Istrinya, Elaine, 53, dan putri Keleigh, 21, Courtney, 19, dan Camryn, 15, bersama- sama mendampingi dia di klinik dekat kota Swiss dari Zurich.

Dalam sebuah pernyataan, keluarga mengatakan mereka mendukung keputusan Jeffrey mati "100%".

Mereka semua digambarkan dalam situsi tersenyum dalam melewati rasa sakit, berbagi makanan dengan teman-teman di akhir hayatnya, sehari sebelum Specktor menelan racun untuk mencabut nyawanya.

Hari-hari terakhir pria itu dibadikan oleh kru film. Video ini sebagai penghargaan bagi istri dan anak-anaknya. Beberapa jam sebelum kematiannya, ayah tiga anak penderita tumor selama enam tahun, mengatakan: "Saya ingin mengendalikan tahap akhir hidup saya."

"Saya adalah orang yang bugar dan sehat dan hidup saya saat ini telah terbalik. Ini semua diawali dari rasa sakit punggung pada 2008, lalu berkembang menjadi penyakit yang menyebabkan saya harus membuat keputusan ini yang paling mengerikan."

"Teman-teman dan kebanyakan dari semua, keluarga saya telah mendesak saya untuk tidak pergi melalui cara ini. Saya orang yang suka olahraga. Tetapi semua menjadi sirna ketika saya roboh di sebuah hotel di London, sakit saya kambuh lagi. Leher saya kaku. Aku mengalami sakit yang sangat menyiksa."

"Saya pergi ke London untuk acara pesta pensiun, kaki saya melangkah masuk kamar hotel. Aku kembali ke rumah dan memesan untuk pemeriksaan MRI. Panggilan telepon dari klinik setelah meminta saya kembali melakukan pemindaian, disitu terungkap ada tumor besar bercokol di tulang belakang saya. Itu berada di dalam dan sekitar tulang belakang."

"Dokter bedah saya yakin ia bisa mengangkat tumor itu, tetapi tes mengungkapkan akan terlalu berbahaya."

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved