Ibu yang Dua Balitanya jadi Korban Kebakaran Ini Menangis Histeris
Suasana duka menyelimuti kediaman Yuliana di Desa Rempang Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kamis (28/5/2015).
Penulis: Januar Alamijaya |
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Suasana duka menyelimuti kediaman Yuliana di Desa Rempang Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kamis (28/5/2015).
Di bagian tengah rumah yang terletak kurang lebih 1 km dari jalan utama antara Tenggarong dan Loa Janan itu terbujur kaku dua tubuh yang telah terbungkus kain kafan.
Yuliana adalah nenek dari Rista (4) dan Raisa (2), dua bocah yang tewas ketika api melalap bangunan rumahnya di Desa Rempangan, Loa Kulu Kutai Kartanegara, Rabu (27/5/2015) malam.
Tubuh kakak beradik itu ditemukan dalam kondisi terbakar, usai petugas melakukan identifikasi di lokasi kejadian.
Saat Tribunkaltim.co berkunjung ke rumah duka, kedua orangtua korban, Rustam Effendi dan Sofia masih terlihat syok.
Sang ibu bahkan tak berhenti mengucurkan air mata karena sama sekali tak menyangka kedua buah hatinya pergi dengan cara yang mengenaskan.
Saat kedua korban hendak diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhirnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gunung Petung, kedukaan ibu korban memuncak. Ia sempat histeris meratapi kepergian dua anaknya.
Baca: Dua Bocah yang Tewas Terpanggang Dimakamkan dalam Satu Lubang
"Kenapa anak saya ya Allah," katanya sambil terus menangis.
Nenek korban, Yuliana, bercerita sebelum kejadian kedua bocah sebenarnya dititipakan di rumahnya yang jaraknya memang tak begitu jauh dari rumah kontrakan Rustam serta Sofia.
Ketika itu kondisi sang kakak, Rasya, tengah mengalami demam, sementara sang adik sudah tertidur lebih dulu di rumah neneknya.
Sekitar pukul 20.00, sang ibu kemudian mengambil sang anak di rumah neneknya untuk dibawa pulang ke rumah kontrakan yang baru sekitar 6 bulan ditinggalinya.
"Sudah mau tidur yang kecil dibawanya dari sini, habis diberi minum obat yang kakak kemudian ditidurkannya di rumah," katanya.
Tak lama menidurkan dua buah hatinya di rumah, Sofia mendapatkan SMS dari Rustam untuk membantunya mengangkat barang dagangan dari jalan raya.
Sehari-hari, Rustam memang berjualan minuman ringan di bawah jembatan Kutai Kartanegara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/balita-dimakamkan_20150529_115657.jpg)