Breaking News
Minggu, 12 April 2026

Anggota Dewan Ini Ikut Alami Keanehan di Sekatak Bengara

Padahal semestinya, waktu di daerah tersebut menunjukkan pukul 12.10 menit.

TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD ARFAN
Ambo Intang 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Penasaran beredarnya kabar adanya perbedaan waktu di Desa Sekatak Bengara, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, seorang anggota DPRD Kaltara membuktikan sendiri hal tersebut.

Dia adalah Ambo Intang, anggota DPRD dari Partai Persatuan Pembangunan.

Saat sedang melintasi desa tersebut, Ambo Intang mengaku jam telepon genggamnya langsung berubah otomatis. Penuturannya, saat memasuki wilayah tersebut jam telepon genggam merk Samsung miliknya tiba-tiba menunjukkan pukul 11.21 Wita.

Padahal semestinya, waktu di daerah tersebut menunjukkan pukul 12.10 menit.

“Jam ponsel saya berubah. Di ponsel jam 11.21, tapi di jam tangan saya kok jam 12.10,” ujarnya saat menghubungi TribunKaltim.co melalui telepon selularnya, Sabtu (30/5/2015) saat berada di Sekatak Bengara.

Kebetulan anggota dewan sekaligus penceramah tersebut di tengah perjalanan menuju Kabupaten Malinau mengendarai kendaraan roda empat.

Sekitar 10 menit kemudian, ia kembali menghubungi TribunKaltim.co. Ia melaporkan, jam telepon genggam miliknya kembali berubah otomatis persis sama dengan waktu di jam tangannya, pukul 12.20 Wita.

“Tiba-tiba berubah lagi ini. Kalau jaraknya pertama tadi berubah sama yang sekarang saya kurang tahu persis. Tetapi waktunya kira-kira 10 menit,” akunya.

Sebelumnya, hal yang sama juga dialami dua pegawai Biro Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kaltara saat melintasi daerah Sekatak Bengara. Mereka adalah Aden dan Juliansyah.

Tanggal 11 Mei lalu, keduanya berangkat dari Tanjung Selor menuju Malinau menggunakan kendaraan dinas roda empat sekitar pukul 07.00 Wita. Perlu diketahui, jarak antara Tanjung Selor hingga ke Sekatak Bengara lebih kurang 100 kilometer dengan waktu tempuh 1,5 jam.

Saat tiba di daerah tersebut, keduanya menyampatkan singgah di sebuah lapak penjualan ikan di pinggir jalan. Kejanggalan yang dirasakan Aden bermula dari tempat tersebut.

“Kami singgah di situ lihat ikan. Tapi sebelum beli. Saya SMS orang di rumah (di Tanjung Selor) siapa tahu mau ikan. Tapi saya heran, lihat jam hp kok masih jam setengah delapan (07.30) padahal seharusnya kan jam setengah sembilan (08.30),” tuturnya Rabu (27/5/2015) di Kantor BKD Kaltara.

Merasa tak yakin, Aden menuruh Juliansyah memeriksa telepon genggamnya.

“Coba lihat hp-mu dulu, Jul. Dia bilang jam setengah delapan (07.30) bang. Terus saya lihat jam mobil kok jam setengah sembilan (08.30). Jam tangan saya juga jam setengah sembilan,” tuturnya mengulang pembicaraan mereka saat itu.

Keanehan kembali dirasakan keduanya saat pulang dari Malinau. Lagi-lagi di daerah sebelum memasuki Sekatak Bengara keanehan yang sama terjadi, tepatnya di Desa Mentadau

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved