Kamis, 9 April 2026

Berita Pemkab Kutai Timur

Berdayakan Dana Ummat, Baznas Kutim Salurkan Ternak Kambing

Penerima bantuan pun bersedia melaporkan perkembangan ternak kambingnya minimal sekali dalam sebulan ke Dinas Pertanian dan Peternakan.

HO_HUMAS SETKAB KUTIM
Pemberi dan penerima meneken perjanjian ternak kambing disaksikan Plt Bupati Ardiansyah Sulaiman (kanan) 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Badan Amil Zakat Nasional Kutai Timur (Baznas Kutim) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) menyalurkan kambing ternak kepada Pondok Pesantren Syaichona Kholil, Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan.

Kambing tersebut selanjutnya dipelihara dan dikembangkan. Salah satu targetnya adalah menjadi langkah mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada daging.

Ketua Baznas Kutim, Idrus Yunus, mengatakan bantuan ternak 50 ekor kambing tiap desa, terdiri dari 40 ekor betina dan 10 ekor jantan. Desa Suka Rahmat merupakan daerah pertama yang mendapat bantuan ternak kambing. “Karena bantuan bergulir, berikutnya menyusul desa-desa lainnya di Kutim,” sebut Idrus.

Selanjutnya penyaluran bantuan ternak kambing rencananya tuntas tahun 2015 ini. Karena Kutim ada 134 desa dan satu kelurahan, maka Baznas Kutim melibatkan Distanak rencananya menyalurkan 6.750 kambing. Terdiri 5.360 kambing betina dan 1.390 jantan. Ia mengatakan dalam program ini, Baznas hanya menyalurkan bantuan kambing.

Soal kandang, pakan, dan pemeliharaan semua diserahkan kepada penerima bantuan. Kambing jenis etawa yang disalurkan Baznas bersumber dari zakat masyarakat untuk kepentingan produktif.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan apresiasi terhadap program penyaluran bantuan ternak Baznas untuk masyarakat kali ini. Karena bantuan tersebut merupakan zakat dari masyarakat dan disalurkan kepada masyarakat yang membutukan.

“Tentunya ini akan sangat bermanfaat, terutama dalam upaya mendukung peningkatan dan swasembada daging di daerah ini,” sebut Ardiansyah. (Baca juga: TMMD 94 Berakhir, Masyarakat Rasakan Manfaat Nyata)

Program penyerahan hewan ternak untuk dipelihara kali ini merupakan langkah nyata Baznas dalam mendayagunakan dana masyarakat yang dihimpun demi meningkatkan kesejahteraan para penerima bantuan bergulir.

Program ini merupakan suatu investasi positif. Memang hasilnya tidak bisa langsung dirasakan karena memerlukan waktu beberapa tahun.

Namun jika melihat fakta bahwa seekor kambing betina induk bisa melahirkan sampai empat kambing dalam setahun. Tentunya potensi perkembangannya bagus. Populasi kambing bisa tambah banyak dan menjadi keuntungan bagi peternak.

Ardiansyah berharap masyarakat serius mengembangkan ternak kambing bantuan dari Baznas ini. Selain itu dia meminta agar Unit Pengumpul Zakat (UPZ) desa, yang telah dibentuk Baznas dapat lebih proaktif menghimpun dana sesuai ketentuan yang berlaku. Agar kedepan kantor Baznas tetap eksis seperti layaknya transaksi di bank.

Keluarga besar pondok pesantren Syaichona Kholil menyambut baik bantuan ternak kambing bergulir tersebut. Pimpinan Pondok Pesantren Syaichona Kholil, Syafiq Kurdi, menyatakan pihaknya berjanji setelah ternak kambing berkembang biak, maka sesuai kesepakatan, induk kambing akan diserahkan kepada kelompok ternak lainnya untuk dipelihara.

Penerima bantuan pun bersedia melaporkan perkembangan ternak kambingnya minimal sekali dalam sebulan ke Dinas Pertanian dan Peternakan. (*hms9/adv)

 
 
 
 
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved