Harga Sembako di Kubar Sudah Naik 40 Persen
Hal itu karena pasokan barang tersebut kurang, sementara permintaan naik. “Cuaca tidak mendukung, kapal tidak bisa menyeberang,” ujarnya.
Penulis: Febriawan |
TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Ramadan masih tinggal 14 hari lagi, masyarakat Kutai Barat (Kubar) Kalimantan Timur (Kaltim), sudah merasakan kenaikkan harga kebutuhan pokok, di pasar –pasar tradisional, yang meroket hingga 40 persen.
Kenaikkan yang paling mencolok terjadi pada, telur ayam yang biasa dijual Rp 38.000 per piring, saat ini sudah Rp 48.000/piring, bawang merah dari Rp 20.000/kilogram (kg), menjadi Rp 25.000/kg, gula pasir biasanya dijual Rp 12.000 /kg, saat ini sudah mencapai Rp 14.000, cabe merah dari Rp 25.000/kg menjadi Rp 30.000/kg.
Kenaikkan harga kebutuhan pokok itu sudah terjadi sejak pekan lalu, dipredikasikan akan terus berlanjut hingga H-3 Ramadan. Khususnya beras, ayam, ikan, daging dan kebutuhan pokok lainnya.
Menurut para pedagang di pasar Jaras, Rabu (3/6/2015), meroketnya harga berbagai kebutuhan pokok tersebut dipengaruhi meningkatnya berbagai kebutuhan pangan.
Sementara stok barang berkurang, karena terganggu kondisi cuaca seperti gelombang. Sebab barang – barang yang harganya mengalami kenaikkan saat ini, dipasok dari daerah luar.
“Saat ini harga barang sudah baik 30 – 40 persen, dengan harga berkisar Rp 1.000 – Rp 10.000.” kata Topik, seorang pedagang telur ayam dan sembako di pasar Jaras Barong Tongkok, sore tadi.
Warga asal Jawa Timur itu mengakui, kenaikkan ini memang bervariasi dan selalu terjadi setiap akan memasuki bulan Ramadan.
“Kenaikan harga barang seperti telur, gula, bawang merah, cabe dan tomat sudah terjadi sejak minggu lalu,” ucapnya.
Hal itu karena pasokan barang tersebut kurang, sementara permintaan naik. “Cuaca tidak mendukung, kapal tidak bisa menyeberang,” ujarnya.
Sebab barang – barang tersebut, seperti telur ayam, bawang di pasok dari daerah luar, Sulawesi dan jawa. “Kenaikkan harga barang akan terus berlanjut, hingga tiga hari menjelang Ramadan,” jelasnya.
Sementara, Pemerintah Daerah Kubar, tidak dapat berbuat banyak, selain mengimbau para pedagang untuk tidak menaikkan harga terlalu tinggi.
“Kami mengimbau kepada pedagang agar tidak menikkan, yang mencekik konsumen,” kata Kabid Perdagangan Disprindagkop Kubar, Tresia,saat dikonfimasi sore tadi.
Tresia mengungkapkan pihaknya tidak dapat berbuat banyak terkait harga barang yang saat ini naik. Selain mengimbau kepada para pedagang. “Sudah jadi hukum pasar, jika permintaan naik, harga juga akan naik,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/harga-sembako-mulai-naik_20150603_234207.jpg)