Gunung Sinabung Meletus
2.727 Korban Sinabung Ngungsi, Mirip Gunung Unzen Erupsi 5 Tahun
Fenomena ini mirip dengan Gunung Unzen di Jepang yang erupsi berlangsung selama 5 tahun setelah 200 tahun tidak erupsi," ujar Sutopo.
TRIBUNKALTIM.CO - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara kembali 'bangun'. Sejak erupsi pertama 2010 dalam empat abad terakhir, aktivitas vulkanik gunung berapi tersebut terus-menerus berulang hingga tahun kelima, sehingga mirip Gunung Unzen di Jepang.
Gunung Sinabung meletus sejak tahun 1600. Setelah lama 'tidur', ia mendadak aktif kembali dan meletus tahun 2010.
Letusan terakhir terjadi sejak September 2013 dan berlangsung hingga kini. Gunung Sinabung terus bergolak secara fluktuatif sejak meletus pada 15 September 2013 hingga sekarang. Status Awas pernah diberlakukan selama 23 November 2013 hingga 8 April 2014. Setelah itu status turun menjadi Siaga.
Gunung Unzen takeageog.weebly.com
Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengibaratkan Gunung Sinabung dengan Gunung Unzen, Jepang, yang meletus tahun 1792. Korban letusan itu mencapai 15 ribu jiwa.
"Tidak diketahui sampai kapan erupsi Gunung Sinabung ini akan berhenti. Fenomena ini mirip dengan Gunung Unzen di Jepang yang erupsi berlangsung selama 5 tahun setelah 200 tahun tidak erupsi," ujar Sutopo dalam pernyataan tertulis yang diterima TribunKaltim.co.
Baca juga: Korban Tewas Awan Panas Sinabung Menjadi 15 Jiwa
Gunung ini meletus tak henti-hentinya awal dekade 1990-an. Letusan terakhir dari gunung berapi berasal dari 1990 hingga 1995, dan 1996.
Letusan terbesar terjadi pada periode terakhir terjadi 3 Juni 1991 ketika aliran piroklastik yang mencapai 4,5 kilometer jarak dari kawah menewaskan 43 orang. Dua orang di antara korban, termasuk vulkanologis Perancis terkenal Katia dan Maurice Krafft.
Pada tahun 1792, runtuhnya salah satu kubah lava yang beberapa memicu tsunami yang menewaskan sekitar 15.000 orang di Jepang yang terburuk pernah vulkanik yang berkaitan dengan bencana.
Pekan ini, aktivitas vulkanik Gunungapi Sinabung dalam tiga hari terakhir terus meningkat secara tajam.
Baca juga: Terbang Pakai "Indonesia Air Force One", Jokowi Ditemani Kahiyang
Volume kubah lava juga meningkat menjadi lebih dari 3 juta meter kubik dan labil. Kondisi ini berpotensi terjadi guguran kubah yang diikuti awan panas guguran ke Selatan dan Tenggara sejauh sekitar 7 km dari puncak kawah.
Peningkatan status Awas Gunungapi Sinabung ini telah dilaporkan oleh Kepala Badan Geologi, Surono, kepada Kepala BNPB, Syamsul Maarif, pada Selasa (2/6/2015) pukul 24.00 Wita.
Adanya peningkatan status Awas (level 4) dari Gunungapi Sinabung, telah menyebabkan 2.727 jiwa (677 KK) mengungsi.
Pengungsi berasal dari 4 desa yang terdapat di sisi selatan dan tenggara dari kawah G. Sinabung. Sebanyak 963 jiwa (218 KK) warga Desa Tiga Pancur mengungsi ke Pos Paroki. 1.108 jiwa (381 KK) dari Desa Gurukinayan mengungsi ke Pos KNPI Kabanjahe. 256 jiwa (68 KK) asal Desa Pintu Besi mengungsi ke Pos Pendopo Kantor Bupati Karo, dan 400 jiwa warga Desa Berastepu mengungsi ke Pos Serbaguna Simpangempat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/guguran-awan-panas-turun-dari-puncak-kawah-gunung-sinabung.jpg)