Breaking News
Selasa, 7 April 2026

Kesehatan

Penderita Diabetes Harus Waspadai Hipoglikimia Saat Berpuasa

Hipoglikimia ditandai dengan gejala lelah, pusing, pucat, jantung berdebar, sulit konsentrasi, gemetar, hingga mudah marah.

Penulis: Rafan Dwinanto |
TRIBUNKALTIM.CO/RAFAN A DWINANTO
Dokter spesialis penyakit dalam RS Haji Darjad, Samarinda, dr. Redy Ferana Hata SpPD. Mkes (kiri), saat ditemui, Senin (8/6/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Penderita diabetes bisa menjalankan ibadah puasa secara normal. Namun, membatalkan puasa dianjurkan bagi penderita diabetes, bila muncul gejala hipoglikimia.

Hal ini diungkapkan dokter spesialis penyakit dalam, Rumah Sakit Haji Darjad, Samarinda, dr Redy Ferana Hata SpPD. Mkes, Senin (8/6/2015).

“Diperlukan kewaspadaan yang lebih tinggi terhadap terjadinya hipoglikemia pada penyandang diabetes yang menggunakan insulin. Perlu pemantauan yang lebih ketat disertai penyesuaian dosis dan jadwal suntikan insulin, bila terjadi gejala hipoglikemia hendaknya puasa dihentikan,” ungkap Redy.

Hipoglikimia ditandai dengan gejala lelah, pusing, pucat, jantung berdebar, sulit konsentrasi, gemetar, hingga mudah marah.

“Penyandang diabetes usia lanjut mempunyai kecenderungan dehidrasi bila berpuasa, oleh karena itu dianjurkan minum yang cukup,” papar Redy.

BACA juga: Selain Diabetes, Ini Pengaruh Buruk Gula

Diketahui, pertengahan Juni ini, umat Muslim kembali menjalankan Puasa Ramadhan. Guna menghindari gejala hipoglikimia, Redy menganjurkan penderita diabetes untuk makan sahur, mendekati jadwal imsak.

“Kurangi aktivitas fisik siang hari. Sebaiknya, aktivitas fisik dilakukan sore hari jelang berbuka,” saran Redy.

Namun, momentum puasa, diakui Redy bisa merubah psikologis penderita diabetes, sehingga merasa lebih sehat. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved