Inilah Keluhan Warga Samarinda Karena Kemacetan
Kondisi ini menyebabkan kemacetan. Kemudian lalin dari Jalan Basuki Rahmat biasanya bisa langsung melintas lurus ke Jalan Milono.
Penulis: Nevrianto |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - ''Diliput saja kemacetan ini karena jalannya kurang lebar'', ucap seorang pengendara bermotor yang melintasi jalan Basuki Rahmat kelurahan Bugis,dari arah depan Hotel Grand Sawit menuju jalan Awang Long.
Permintaan pengendara itu ketika TRIBUNKALTM.CO mengabadikan momen kemacetan lalu lintas (lalin) karena adanya rekayasa atau pengalihan jalur lalu lintas pengerjaan proyek taman eks gedung SMAN 1 dan Eks Gedung SMP Negeri 1 jalan Bhayangkara, Selasa (9/6/2015).
Sejak 3 bulan lalu lalu lintas jalan Bhayangkara menuju jalan Awang Long harus memutar di depan Hotel Grand Sawit, namun pada Selasa (9/6/2015) Jalan Bhayangkara sisi kiri setelah Polsekta Samarinda Ilir dibagi menjadi dua jalur. Dari Jalan Awang Long menuju Jalan Bhayangkara.
(Baca juga: Di Tangan Seniman Ini, Perhiasan Bali Jadi Mendunia)
Kondisi ini menyebabkan kemacetan. Kemudian lalin dari Jalan Basuki Rahmat biasanya bisa langsung melintas lurus ke Jalan Milono.
Kemudian belok ke kawasan Jalan Taman depan Kantor dinas kesehatan Samarinda sejak Senin (8/6/2015) ditutup harus melewati jalan Awang Long Kelurahan Bugis, Samarinda, Kalimantan Timur.
Hal ini membuat kemacetan, apalagi tidak ada petugas lalu lintas dari Satlantas Polresta Samarinda yang memantau pada jam 11.30 WITA. (Baca juga: Kenalkan Ini Anjing Paling Bahagia )
Warga Jalan Biola Samarinda Ilir, ibu Tea berharap jalan cepat selesai dibangun.
''Kalau pengendara menggunakan sepeda motor masih bisa lewat, kalau pengendara mobil ini repot karena macet. Semoga jalannya cepat dibaiki sajalah dan semoga tidak berdebu, karena kalau berdebu, bagi kita yang kondisi kesehatannya normal bisa jadi sesak nafas,'' katanya.
Seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya, malah menganggap kemacetan dikota Samarinda hal yang wajar. (Baca juga: Beginilah Cara Bertahan Hidup di Mars )
''Biarin saja macet dikota Samarinda, kondisinya masih enak ketimbang saya bertahun tahun dikawasan jalan besar Palaran mengarah ke Pelabuhan Peti Kemas mulai sebelum dicor dan setelah dicor saat panas berdebu, kita jadi makan debu,'' katanya.
Akibat dari Kemacetan lalu lintas ini ratusan kendaraan bermotor harus berjalan merayap, kemacetan terjadi di jalan Basuki Rahmat, hinga jalan Awang long dan jalan Sudirman arah Pasar Pagi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/samarinda_macet-jalan-basuki-rahmat_20150609_155953.jpg)