Warga Keluhkan tak Ada Petugas yang Mengatur Lalu Lintas
Dewa Lestari, mahasiswa Universitas Mulawarman ini kerap terlambat masuk kuliah lantaran sering terjebak macet di taman eks SMP dan SMA 1.
Penulis: Christoper Desmawangga |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Masyarakat 'Kota Tepian' mengeluhkan tentang rekayasa lalu lintas yang berada di taman eks SMPN 1 dan SMAN 1 yang kerap terjadi macet panjang.
Taman eks SMPN 1 dan SMA 1 sendiri saat ini tengah dalam proses penyelesaian, namun keseluruhan taman telah rampung, tinggal menambah beberapa fasilitas penunjang, sambil menunggu tumbuhnya pohon-pohon di taman tersebut.
Namun demikian, tidak semua warga Samarinda setuju dengan adanya taman tersebut. Pasalnya, taman tersebut disebut-sebut menambah terjadinya kemacetan di Samarinda. Terlebih lagi dalam proses penyelesaian taman itu.
Dewa Ar Rizaki misalnya, warga Lao Duri Kabupaten Kutai Kartanegera mengeluhkan dengan kondisi lalu lintas di sekitar taman tersebut. Sebab, jalanan yang kerap macet pada pagi dan sore hari itu jarang terlihat petugas lalu lintas dari Dinas Perhubungan maupun kepolisian yang mengatur lalu lintas.
"Jalanan ini kan sering macet, malah tidak ada petugas lalu lintas yang mangatur jalanan. Seharusnya pihak yang terkait dapat membuat rekayasa yang tepat selama proses penyelesaian taman itu selesai," ucapnya, Selasa (9/6/2015).
BACA juga: Perbaikan Jalan Belum Selesai, Dishub Minta Warga Bersabar Hadapi Kemacetan
Sama halnya dengan Dewa Lestari, mahasiswa Universitas Mulawarman ini kerap terlambat masuk kuliah lantaran sering terjebak macet di taman eks SMP dan SMA 1.
"Saya sering terlambat karena terjebak macet di jalanan ini. Saya juga pernah jatuh di sekitar taman ini karena pavingnya tidak rata," imbuhnya.
Dia pun meminta agar pemerintah dapat membuat rekayasa lalu lintas yang tepat agar tidak terjadi kemacetan. Bahkan dia pun menilai tidak tepat dibangunnya taman di lokasi yang dengan instensitas kendaraan yang tinggi melewati Jl Basuki Rahmat, Jl Bhayangkara, Jl Awang Long maupun Jl Milono.
"Sudah tahu disini lalu lintas padat, malah buat taman. Nanti kalau sudah jadi tamannya pasti tambah macet, mulai dari PKL yang buat macet sampai pengunjung yang parkir sembarangan," keluhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jalan-taman-bayangkara_20150410_130207.jpg)